Sabtu, 9 Mei 2026

Lima Alasan Perusahaan Jepang Rekrut SDM Sopir Bus Indonesia

Jepang rekrut sopir bus asal Indonesia. Dinilai ramah, terampil, dan cocok dengan sistem lalu lintas. Jadi solusi krisis pengemudi bus.

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Ricard Susilo
WNI PENGEMUDI BUS - Iyus di balik stir busnya, merupakan pengemudi bus pertama di Jepang dalam status Tokutei Ginou (SSW Specified Skilled Worker) (Richard Susilo) 

Ringkasan Berita:
  • Meitetsu Bus merekrut tiga sopir asal Indonesia karena dinilai memiliki etos kerja baik, terbiasa setir kanan, ramah, dan minim risiko alkohol 
  • Jepang mengalami krisis sopir bus hingga puluhan ribu orang 
  • Ketiganya kini menjalani pelatihan ketat dan diproyeksikan menjadi sopir bus asing pertama di Jepang.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sedikitnya ada tiga sopir bus Indonesia yang didatangkan Meitetsu Group  ke Jepang dan dari wawancara berbagai pers di Jepang rupanya ada lima alasan mengapa memilih Indonesia untuk mencari sopir bis di Jepang.

"Memang kita mengincar Indonesia selama ini karena percaya sumber daya manusianya bagus," ungkap Naemi Irie, Kepala Rekrutmen SDM Meitetsu Bus kepada Aera, majalah dari Asahi Shimbun Group baru-baru ini.

Alasan Memilih Indonesia menurut Meitetsu Bus, ada lima alasan utama.

Pertama, Indonesia menerapkan lalu lintas kiri dengan setir kanan, sama seperti Jepang.

Kedua, karakter masyarakat Indonesia dinilai ramah dan lembut, cocok untuk pelayanan publik.

Baca juga: PM Sanae Takaichi Bubarkan Resmi Parlemen, Ingin Kembali Bangkitkan Ekonomi Jepang ke Tingkat Dunia

Ketiga, mayoritas beragama Islam, sehingga risiko masalah akibat alkohol sangat kecil.

Keempat, masyarakat Indonesia terbiasa mengemudikan mobil Jepang.

Kelima, tersedianya lembaga pengirim tenaga kerja yang berkualitas.

Persoalan Utama Jepang 

Kekurangan pengemudi bus kini menjadi persoalan nasional di Jepang. 

"Di berbagai daerah, rute bus terpaksa dihentikan atau dikurangi karena tidak adanya tenaga pengemudi. Di tengah krisis ini, Jepang mulai melirik tenaga kerja asing sebagai solusi, dan Indonesia muncul sebagai salah satu harapan terbesar," tambahnya.

Pada Agustus 2025, perusahaan Meitetsu Bus di Prefektur Aichi merekrut tiga warga Indonesia sebagai calon pengemudi bus. 

Ketiganya sebelumnya pernah bekerja di Jepang sebagai peserta magang atau pelatihan teknis. 

Mereka kembali ke Jepang dengan satu tujuan yaitu menjadi pengemudi bus rute reguler pertama asal Indonesia di Jepang.

Salah satunya, Dwi Harjanto (41), mengungkapkan alasannya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved