Lima Alasan Perusahaan Jepang Rekrut SDM Sopir Bus Indonesia
Jepang rekrut sopir bus asal Indonesia. Dinilai ramah, terampil, dan cocok dengan sistem lalu lintas. Jadi solusi krisis pengemudi bus.
“Walaupun yen sedang lemah, gaji di Jepang tetap lebih dari 10 kali lipat dibanding Indonesia. Saya ingin menyekolahkan tiga anak saya sampai perguruan tinggi,” ujar Dwi.
Sementara Seto Ramadan Siswadi (29), mantan guru bahasa Jepang, mengatakan bahwa ia senang mencoba tantangan baru.
“Kami mungkin akan menjadi pengemudi bus rute reguler pertama di Jepang yang datang dari luar negeri. Ketika melihat lowongan Meitetsu Bus di internet, saya berdiskusi dengan istri yang sedang hamil, dan dia mendukung penuh,” katanya.
Azam Al Antar (29), yang sebelumnya mengelola toko bahan bangunan, terdorong berangkat ke Jepang setelah usahanya terdampak kenaikan harga akibat perang Rusia–Ukraina.
Kini ia rutin mengirim uang kepada ibunya setiap bulan.
Ketiganya mengirim sekitar 120.000 yen per bulan ke keluarga di kampung halaman.
Setelah masa pelatihan berakhir, gaji pokok mereka akan disamakan dengan pengemudi Jepang.
Kekurangan Sopir Makin Parah
Menurut data industri transportasi Jepang, untuk mempertahankan layanan seperti tahun 2022 dibutuhkan sekitar 129.000 pengemudi.
Namun pada 2024, Jepang sudah kekurangan sekitar 21.000 orang. Angka ini diperkirakan melonjak menjadi 36.000 pada 2030.
“Perusahaan kami belum mengalami kekurangan parah, tetapi kami harus bersiap sejak dini. Karena itu kami memutuskan merekrut pengemudi asing,” kata Naemi Irie, Kepala Rekrutmen SDM Meitetsu Bus.
Pemerintah Jepang sendiri pada Maret 2024 menambahkan sektor transportasi darat—bus, truk, dan taksi—ke dalam kategori visa kerja “Tokutei Ginou” (keterampilan khusus), membuka jalan bagi tenaga asing masuk ke industri ini.
Setelah menerima tawaran kerja, ketiga kandidat mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang dan ujian keterampilan bidang transportasi.
Materinya mencakup aturan lalu lintas, pemeriksaan kendaraan, keselamatan, penanganan kecelakaan, hingga pelayanan penumpang.
Tantangan Terberat Konversi SIM
Rintangan terbesar adalah proses konversi SIM asing ke SIM Jepang, yang dikenal sebagai gaimen kirikae. Proses ini mencakup ujian teori dan praktik yang sangat ketat.
“Kalau orang Jepang ikut tes ini, mungkin juga banyak yang gagal,” ujar Yokoi Hidemitsu, mantan sopir bus yang kini membimbing mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sopirbusjepang212222.jpg)