Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kapal Induk AS Tinggalkan Pasifik Barat, Diyakini Menuju Iran dan Tiba Minggu Ini

Kapal induk USS Abraham Lincoln meninggalkan Pasifik Barat dan diyakini menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
US Navy
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017. Kapal induk USS Abraham Lincoln meninggalkan Pasifik Barat dan diyakini menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Kapal induk USS Abraham Lincoln meninggalkan Pasifik Barat dan diyakini menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
  • Langkah ini menandai ketiga kalinya dalam setahun kapal induk AS dialihkan ke kawasan tersebut, meski berpotensi melemahkan kehadiran militer AS di dekat China.
  • Armada yang membawa jet tempur F-35C itu diperkirakan tiba di wilayah operasi CENTCOM pekan ini, dengan kemungkinan digunakan untuk serangan udara terhadap target strategis Iran.


TRIBUNNEWS.COM –
Kapal induk USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat terlihat meninggalkan kawasan Pasifik Barat dan diyakini akan ditempatkan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Newsweek melaporkan.

Saat ini, Iran dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh kemarahan warga atas jatuhnya nilai mata uang dan kesulitan ekonomi.

Aksi protes berkembang menjadi kerusuhan yang dipandang sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Unjuk rasa tersebut sempat mereda pada 8 Januari 2026 setelah dilakukan penindakan tegas oleh pasukan keamanan.

Para pejabat Iran menyatakan demonstrasi awalnya berlangsung damai sebelum berubah menjadi kerusuhan, dan menyalahkan campur tangan asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Iran jika para demonstran terus dibunuh.

Ia juga telah menyerukan perubahan rezim.

Kini, kapal induk USS Abraham Lincoln kembali bergerak ke arah Timur Tengah.

Kapal yang berbasis di Pantai Barat ini sebelumnya dikerahkan pada November lalu untuk misi rutin di wilayah Pasifik.

Gambar yang dibagikan pengamat kapal di Singapura menunjukkan USS Abraham Lincoln berlayar melewati negara Asia Tenggara itu pada Minggu malam (18/1/2026).

Kapal meninggalkan Laut China Selatan dan memasuki Selat Malaka, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia di barat dengan Samudra Pasifik di timur.

JALUR KE IRAN - Tangkap layar Newsweek menampilkan potensi jalur pelayaran kapal induk AS USS Abraham Lincoln dari Pasifik menuju Timur Tengah. Kapal meninggalkan Laut China Selatan dan memasuki Selat Malaka, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia di barat dengan Samudra Pasifik di timur.
JALUR KE IRAN - Tangkap layar Newsweek menampilkan potensi jalur pelayaran kapal induk AS USS Abraham Lincoln dari Pasifik menuju Timur Tengah. Kapal meninggalkan Laut China Selatan dan memasuki Selat Malaka, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia di barat dengan Samudra Pasifik di timur. (tangkapan layar)

Baca juga: Amerika Mulai Tumpuk Mesin Perang di Timur Tengah, Serangan ke Iran Tinggal Menunggu Waktu

Data dari layanan pelacakan kapal daring MarineTraffic menunjukkan kapal induk AS tersebut melintasi Selat Malaka dengan arah barat laut dan mencapai perairan dekat Samudra Hindia bagian timur, di utara Pulau Sumatra, Indonesia, pada Selasa (20/1/2026).

Sebagai kapal utama dalam gugus tempur kapal induk, USS Abraham Lincoln dikerahkan bersama kapal perusak USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr., menurut siaran pers Angkatan Laut AS pada Desember lalu saat armada tersebut mengunjungi Guam.

Sebelum bergerak menuju Timur Tengah, USS Abraham Lincoln beroperasi di Laut China Selatan dengan membawa jet tempur siluman F-35C.

Armada tersebut juga melakukan latihan tembak langsung untuk menguji sistem pertahanannya sebagai bagian dari patroli di kawasan Indo-Pasifik guna “mencegah agresi.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved