Konflik Palestina Vs Israel
Serangan Udara Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon, Langgar Gencatan Senjata
Serangan udara Israel kembali menghantam Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, menewaskan dua orang dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik.
Ringkasan Berita:
- Serangan udara Israel di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa menewaskan sedikitnya dua orang dan kembali melanggar gencatan senjata November 2024.
- Israel mengklaim serangan menargetkan infrastruktur dan anggota Hizbullah, sementara pihak Lebanon melaporkan korban sipil dan kerusakan di sejumlah wilayah.
- Insiden ini terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat, meski gencatan senjata masih berlaku dan Israel tetap menduduki sejumlah titik di Lebanon.
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa timur pada Minggu (25/1/2026), menewaskan dua orang.
Serangan ini menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata November 2024 antara Israel dan Hizbullah yang dilaporkan terus dilanggar hampir setiap hari.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan Israel menargetkan sejumlah desa di Lebanon selatan, termasuk Bouslaiya dan Aita al-Shaab, serta wilayah di Lembah Bekaa.
Salah satu serangan menghantam sebuah gudang di Khirbet Selm, distrik Bint Jbeil, yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan lokasi pembuatan senjata Hizbullah.
Namun, pernyataan itu tidak disertai bukti rinci.
Dalam serangan terpisah di Derdghaya, dekat kota pesisir Tyre, satu orang dilaporkan tewas.
Media Lebanon mengidentifikasi korban sebagai Mohammed al-Hussayni, seorang guru sekolah.
Pihak militer Israel kemudian mengklaim al-Hussayni merupakan komandan artileri Hizbullah yang terlibat dalam serangan terhadap Israel dan upaya pemulihan kemampuan roket kelompok tersebut di Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam serangan di sekitar Tyre.
Serangan udara juga dilaporkan menghantam infrastruktur Hizbullah di Lembah Bekaa bagian timur, termasuk di sekitar desa Nabi Chit, selatan Baalbek.
Baca juga: AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania sebagai Kelompok Teroris
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban dalam serangan tersebut.
Serangkaian serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran akan operasi militer yang lebih luas terhadap Hizbullah, seiring spekulasi kemungkinan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekutu utama kelompok Lebanon tersebut.
Meski gencatan senjata telah disepakati pada November 2024, Israel masih menduduki lima titik di wilayah Lebanon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ISRAEL-LEBANON-bekaa.jpg)