4.700 Karyawan Mitsubishi Electric Pensiun Dini, Biaya Restrukturisasi Rp10 Triliun
Sekitar 4.700 karyawan Mitsubishi Electric ajukan pensiun dini. Perusahaan siapkan biaya 100 miliar yen dan pastikan tak ada gelombang lanjutan
Ringkasan Berita:
- Mitsubishi Electric mengumumkan sekitar 4.700 karyawan grup mengikuti program pensiun dini tanpa batas kuota, setara 3 persen dari total pegawai
- Perusahaan memperkirakan biaya restrukturisasi mencapai 100 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026
- Manajemen menegaskan tidak ada rencana gelombang lanjutan dan tetap melanjutkan peninjauan portofolio bisnis.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Mitsubishi Electric mengumumkan bahwa sekitar 4.700 karyawan di tingkat grup telah mengajukan pensiun dini melalui program yang dibuka tanpa batas kuota.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3 persen dari total karyawan grup.
"Perusahaan memperkirakan akan mencatat biaya sekitar 100 miliar yen atau setara Rp10 triliun pada laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026," papar sumber Tribunnews.com Selasa (3/2/2026).
Dari total tersebut, 2.378 pelamar berasal dari perusahaan induk, atau kurang dari 1 persen dari jumlah karyawan perseroan.
Program ini diumumkan pada September tahun lalu dengan nama “Next Stage Support Program (Special Measures)”, dan diterapkan pula pada perusahaan-perusahaan grup.
Sasaran program adalah karyawan tetap berusia 53 tahun ke atas dengan masa kerja minimal tiga tahun per 15 Maret 2026, termasuk karyawan yang direkrut kembali setelah pensiun.
Baca juga: Layanan Konsultasi Hukum Gratis Bagi WNI yang Berdomisili di Jepang Mulai Hari Ini
Pendaftaran ditutup pada 9 Januari 2026. Peserta program memperoleh tambahan uang pensiun, serta layanan dukungan penempatan kerja kembali bagi karyawan tetap yang menginginkannya.
Tanggal efektif pensiun direncanakan 15 Maret 2026.
Dalam paparan kinerja daring hari ini (3/2/2026), Kenichiro Fujimoto, Direktur Eksekutif Senior sekaligus Chief Financial Officer (CFO), menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk menggelar putaran berikutnya dari program dukungan ini.
Ia menambahkan, meski sebagian penyesuaian di anak usaha mungkin bergeser ke tahun fiskal berikutnya, dampak finansialnya diperkirakan tidak besar.
Selain itu, Mitsubishi Electric kembali menegaskan rencananya untuk menentukan keputusan penarikan dari bisnis senilai sekitar 800 miliar yen, termasuk unit terkait otomotif, dalam tahun fiskal berjalan sebagai bagian dari peninjauan portofolio usaha.
Diskusi loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Situs-Mitsubishi-Electric111.jpg)