Kamis, 28 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Ukraina Akan Buka 10 Pusat Ekspor Senjata di Eropa

Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan negaranya akan buka 10 pusat ekspor senjata di Eropa, mengharapkan kerja sama yang lebih luas.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Selasa (13/1/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat mendengarkan laporan Dinas Keamanan Ukraina pada 10 Januari 2026. - Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan negaranya akan buka 10 pusat ekspor senjata di Eropa, mengharapkan kerja sama yang lebih luas. 

Ukraina perlahan membangun kedekatan dengan negara-negara Barat, khususnya Uni Eropa dan Amerika Serikat, melalui berbagai kerja sama di bidang politik, ekonomi, hingga pertahanan.

Upaya Ukraina mendekat ke Barat, termasuk keinginan bergabung dengan NATO serta memperkuat integrasi dengan Uni Eropa, dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan dan kepentingan strategis Rusia. Situasi semakin memanas pada 2014 setelah Revolusi Maidan menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia.

Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di kawasan Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Meski berbagai inisiatif diplomasi internasional telah diupayakan, konflik tak kunjung menemukan titik damai. Ketegangan terus meningkat hingga akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi militer skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Pemerintah Rusia menyebut operasi militernya bertujuan melindungi warga di wilayah Donbas, menjaga keamanan nasional, serta menahan perluasan pengaruh NATO di kawasan. Namun, langkah ini memicu kecaman luas dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, yang kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia.

Sebagai respons, negara-negara Barat memberikan dukungan militer dan bantuan finansial dalam jumlah signifikan kepada Ukraina.

Hingga kini, perang masih terus berlangsung di tengah berbagai upaya diplomasi dan negosiasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan pihak internasional lainnya.

Selengkapnya, berikut berita terbaru mengenai perang Rusia dan Ukraina yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Zelenskyy: Tenggat Waktu Bulan Juni Mungkin Terkait Kampanye Trump

Volodymyr Zelenskyy mengisyaratkan bahwa tenggat waktu baru bulan Juni dari AS untuk perdamaian antara Ukraina dan Rusia mungkin terkait dengan kampanye pemilihan paruh waktu Trump. 

Presiden Ukraina pada hari Sabtu mengatakan kepada wartawan bahwa kedua belah pihak telah diundang untuk pembicaraan lebih lanjut minggu depan. 

Zelenskyy mengatakan pemerintahan Trump "mungkin akan menekan" Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang pada awal musim panas. 

"Mereka mengatakan mereka ingin menyelesaikan semuanya pada bulan Juni," katanya. 

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Trump mengusulkan untuk menjadi tuan rumah putaran pembicaraan trilateral berikutnya di AS, kemungkinan di Miami, dalam waktu seminggu. 

"Kami telah mengkonfirmasi partisipasi kami," katanya. 

"Pemilihan (paruh waktu) jelas lebih penting bagi mereka (Amerika). Janganlah kita naif." 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved