Senin, 8 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Mantan Jendral IDF Pasang Alarm Bahaya, Israel Disebut Kolaps Sebelum Usia 100 Tahun

Peringatan serius dari mantan jenderal IDF: Israel disebut terancam krisis sebelum 2048. Perpecahan internal dan tekanan global jadi sorotan utama.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Eks Jenderal IDF memperingatkan Israel terancam krisis serius sebelum usia 100 tahun akibat tekanan internal dan eksternal yang melemahkan fondasi negara.
  • Perpecahan sosial dan politik yang dalam, kritik terhadap kepemimpinan, serta meningkatnya emigrasi menunjukkan tanda ketidakstabilan domestik.
  • Meski situasi berat, Brik menilai Israel masih bisa bertahan jika melakukan perubahan arah kebijakan dan memberi peran lebih besar kepada generasi muda untuk memulihkan persatuan dan stabilitas.

TRIBUNNEWS.COM - Pensiunan Mayor Jenderal Pasukan Pertahanan Israel, Itzhak Brik, memperingatkan bahwa Israel berisiko menghadapi krisis serius yang dapat mengancam keberlangsungan negara sebelum peringatan 100 tahun berdirinya pada 2048.

Peringatan tersebut disampaikan Brik dalam sebuah artikel opini sebagaimana dikutip oleh Middle East Monitor.

Dalam tulisannya yang berjudul “Israel sedang menuju kehancuran, dan hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya,” Brik mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan negara tersebut.

Ia menilai Israel tengah menghadapi tekanan berat dari dalam maupun luar negeri yang berpotensi melemahkan fondasi negara.

Brik menyoroti kondisi sosial Israel yang menurutnya semakin terpecah. Ia menggambarkan masyarakat Israel sebagai “terkoyak dari dalam,” dengan konflik yang tajam antara kelompok politik kanan dan kiri, ketegangan sosial antar kelompok, serta hubungan yang kompleks antara warga Yahudi dan Arab.

Perpecahan ini dinilai telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari politik hingga kehidupan sosial sehari-hari.

Selain faktor internal, Brik juga mengkritik kepemimpinan nasional yang dianggap lebih fokus pada kepentingan politik jangka pendek dibandingkan kepentingan publik secara luas.

Menurutnya, arah kebijakan yang tidak jelas dapat memperdalam krisis yang sedang dihadapi negara.

Dari sisi eksternal, Brik menilai posisi Israel di kancah global semakin tertekan.

Ia menyebut citra Israel di mata internasional mengalami penurunan, yang berdampak pada hubungan diplomatik serta kerja sama global.

Data dari Biro Statistik Pusat Israel yang dirilis pada 28 Januari menunjukkan bahwa jumlah warga yang meninggalkan Israel meningkat signifikan.

Emigrasi tercatat naik sekitar 39 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah tren yang oleh sejumlah pengamat dikaitkan dengan faktor keamanan, ekonomi, dan situasi politik domestik.

Dalam analisisnya, Brik menyebut ketahanan Israel mengalami tekanan di berbagai sektor penting.

Baca juga: Israel Perketat Aturan di Tepi Barat, Pemukim Gampang Beli Tanah, Warga Palestina Hadapi Pembatasan

Ia menyoroti tantangan di bidang keamanan, ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, hingga pengembangan sains dan teknologi.

Situasi keamanan regional juga menjadi perhatian. Ketegangan yang berlangsung di berbagai front, termasuk di wilayah utara dan selatan, dinilai menambah beban strategis bagi negara.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved