Rabu, 27 Mei 2026

Epstein Files

Skandal Baru Eks Pangeran Inggris Andrew: Dugaan 'Pertukaran' Dokumen Rahasia dengan Jeffrey Epstein

Mantan Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor diduga telah memberikan akses terhadap informasi rahasia negara dengan Jeffrey Epstein.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Eks Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor kembali menjadi sorotan dunia karena hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
  • Kepolisian Metropolitan London (Met Police) mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyelidiki adanya dugaan "pertukaran" dokumen sensitif antara sang mantan Pangeran dan Epstein.
  • Pihak berwenang tengah menelusuri kemungkinan Andrew memberikan akses terhadap informasi rahasia atau dokumen negara sebagai imbalan atas bungkamnya Epstein terkait aktivitas pribadi di masa lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor kembali menjadi sorotan dunia.

Kali ini, Kepolisian Metropolitan London (Met Police) mengonfirmasi adanya penyelidikan baru terkait hubungan Andrew dengan mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein.

Penyelidikan difokuskan pada dugaan adanya "pertukaran" dokumen sensitif antara sang mantan Pangeran dan Epstein.

Laporan terbaru dari CNN mengungkapkan, bahwa pihak berwenang tengah menelusuri kemungkinan Andrew memberikan akses terhadap informasi rahasia atau dokumen negara sebagai imbalan atas bungkamnya Epstein terkait aktivitas pribadi di masa lalu.

Penyelidikan ini bermula dari temuan bukti komunikasi baru yang menunjukkan adanya permintaan dokumen spesifik dari pihak Epstein kepada lingkaran dalam Andrew.

Dokumen-dokumen tersebut diduga berkaitan dengan hubungan dagang internasional dan protokol keamanan yang melibatkan keluarga kerajaan.

"Kami sedang meninjau informasi yang mengarah pada potensi penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran keamanan nasional," ujar juru bicara Met Police dalam pernyataan resminya.

Hingga saat ini, pihak Istana Buckingham menolak memberikan komentar mendalam.

Namun menegaskan bahwa Andrew bukan lagi anggota aktif kerajaan dan segala urusan hukumnya merupakan tanggung jawab pribadi.

Skandal ini muncul di saat Raja Charles III sedang berupaya merampingkan citra monarki Inggris.

Munculnya kembali nama Andrew dalam pusaran kasus Epstein dianggap sebagai "mimpi buruk" bagi stabilitas publik keluarga kerajaan.

Baca juga: Bungkamnya Ghislaine Maxwell saat Ditanya DPR AS Soal Epstein Files, Melindungi Siapa?

Para aktivis perlindungan korban kekerasan seksual di Inggris mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan.

"Tidak ada seorang pun, bahkan anggota keluarga kerajaan, yang berada di atas hukum jika terbukti membahayakan keamanan nasional demi kepentingan pribadi," tegas salah satu pimpinan organisasi advokasi di London.

Hubungan antara Andrew dan Jeffrey Epstein telah lama menjadi noda bagi Kerajaan Inggris.

Meski eks Pangeran itu secara konsisten membantah melakukan kesalahan, ia telah dicabut dari gelar militer dan perlindungan kerajaannya sejak tahun 2022 menyusul kasus hukum dengan Virginia Giuffre.

Penyelidikan "dokumen rahasia" ini diprediksi akan menjadi babak paling berbahaya bagi Andrew.

Karena kasus ini kini bergeser dari ranah asusila pribadi menuju ranah pelanggaran hukum negara dan keamanan nasional.

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved