Minggu, 10 Mei 2026

Pakar: AS Perlu Beli Ratusan Jet Tempur Generasi Keenam agar Siap Hadapi Pertempuran Lawan China

Laporan Mitchell Institute menyebut Angkatan Udara AS membutuhkan lebih banyak pesawat B-21 Raider dan F-47 untuk menghadapi China

Tayang:
Foto sumber terbuka via Defense Express
JET GENERASI KEENAM - Render konsep resmi F-47 / Foto sumber terbuka. Laporan Mitchell Institute menyebut Angkatan Udara AS membutuhkan lebih banyak pesawat B-21 Raider dan F-47 untuk menghadapi China 

Baik B-21 maupun F-47 diperkirakan belum akan beroperasi dalam jumlah signifikan selama beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Angkatan Udara AS masih bergantung pada pesawat pembom yang lebih tua, meskipun masih mumpuni, seperti B-52 Stratofortress, B-1 Lancer, dan B-2 Spirit.

Mitchell Institute menyebut peningkatan anggaran setidaknya 40 miliar dolar AS per tahun dapat mendukung tingkat pengadaan yang lebih tinggi, sekaligus akuisisi pesawat tempur kolaboratif tanpa awak, atau drone.

Menurut pejabat Angkatan Udara, drone tidak akan menggantikan pesawat berawak, melainkan melengkapinya.

Sejumlah penilaian menunjukkan bahwa armada Angkatan Udara AS saat ini merupakan yang terkecil, tertua, dan paling tidak siap tempur dalam beberapa dekade terakhir.

Secara jumlah, inventaris pesawat tempur, pembom, serta pesawat intelijen, pengawasan, dan pengintaian saat ini hanya sebagian kecil dari kekuatannya pada era Perang Dingin.

Pada saat yang sama, para ahli menyoroti bahwa Angkatan Udara menghadapi tekanan yang meningkat akibat konflik dan misi yang terus berlangsung.

Sebuah laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS pada 2024 menyebutkan bahwa penempatan pasukan secara berkelanjutan telah mengurangi kesiapan Angkatan Udara AS, baik dari sisi personel, peralatan, maupun pesawat.

Lembaga pengawas tersebut menemukan bahwa Angkatan Udara tengah berupaya memperbaiki masalah ini, tetapi permintaan terhadap kekuatan tersebut masih melampaui kapasitasnya.

Hubungan AS-China

Mengutip gao.gov, dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat dan China telah menghadirkan tantangan baru, terutama di bidang ekonomi dan pertahanan.

China merupakan mitra dagang penting bagi Amerika Serikat, namun juga menjadi pesaing utamanya.

Praktik ekonomi China yang dinilai merugikan dan tidak adil, dipandang menimbulkan risiko terhadap kepentingan ekonomi AS.

Baca juga: Rusia Bantu Modernisasi Militer China, Kini Justru Jadi Pesaing Global

Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah AS menerapkan berbagai kebijakan, seperti kontrol ekspor, tarif, dan pembatasan impor lainnya.

Lembaga-lembaga federal AS juga telah mengidentifikasi munculnya isu-isu baru yang mengancam keamanan nasional, termasuk perkembangan teknologi dan senjata dwiguna China.

Melalui modernisasi dan investasi militernya, China dinilai memiliki kemampuan untuk menantang akses AS di wilayah udara, ruang angkasa, dunia maya, dan maritim.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved