Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Cerita Pilot Drone Ukraina Temukan Gudang Senjata Tersembunyi Rusia, tapi Isinya Kuda dan Mobil Tua

Pilot drone Ukraina menemukan gudang Rusia yang berisi kuda dan mobil tua, menimbulkan dugaan bahwa Rusia kekurangan peralatan militer standar.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati

Hal ini terjadi karena kerugian besar serta produksi yang tidak mencukupi telah menyebabkan kekurangan peralatan yang akut, mengutip laporan The Moscow Times pada 3 Maret 2025.

Sementara itu, tentara Rusia juga menggunakan kendaraan sipil untuk menyerang posisi Ukraina, yang mengurangi efektivitas tempur, meningkatkan korban jiwa, serta memperlambat laju kemajuan mereka.

Blogger pro-perang Kirill Fedorov mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan Rusia telah mengirimkan seekor keledai ke unitnya akibat kekurangan kendaraan.

Bukti lebih lanjut mengenai penggunaan keledai, kuda, bahkan unta oleh tentara Rusia untuk mengangkut perbekalan muncul tak lama kemudian.

Letnan Jenderal Viktor Sobolev, anggota Komite Pertahanan Duma Negara Rusia, mengatakan bahwa penggunaan hewan pengangkut oleh tentara merupakan praktik yang normal.

Sejak awal perang, pasukan Rusia mengandalkan kendaraan sipil untuk mendukung logistik, yang sering kali dibeli dengan uang pribadi atau diperoleh melalui penggalangan dana sukarela.

Kendaraan-kendaraan tersebut digunakan untuk transportasi di belakang garis depan, termasuk mengirimkan perbekalan dan bala bantuan pasukan.

Namun, sejak awal 2025, terjadi peningkatan kasus tentara Rusia melancarkan serangan terhadap posisi Ukraina dengan menggunakan mobil sipil biasa.

Sebuah video yang direkam drone Ukraina memperlihatkan konvoi kendaraan sipil dihantam mortir dan drone FPV, sehingga menimbulkan kerugian besar.

Ini bukan satu-satunya kejadian. Militer Rusia bahkan mulai menggunakan skuter untuk transportasi di garis depan.

Video lain menunjukkan pasukan Rusia mencoba menyerang dengan sepeda motor, yang juga mengakibatkan banyak korban jiwa.

Menurut proyek OSINT Oryx, Rusia telah kehilangan lebih dari 15.000 unit peralatan militer sejak melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, termasuk lebih dari 3.700 tank dan sekitar 8.000 kendaraan lapis baja.

Jumlah kendaraan sipil yang hancur bahkan lebih tinggi.

Analis militer Yan Matveev mencatat bahwa kendaraan tempur pada dasarnya berfungsi sebagai pengangkut pasukan.

Kendaraan tempur infanteri (IFV) dan kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) dirancang untuk memindahkan tentara melintasi medan menuju posisi musuh atau mengevakuasi mereka, sekaligus memberikan perlindungan hingga batas tertentu.

Namun, kendaraan tempur infanteri Rusia terbukti tidak memadai di Ukraina, sementara negara tersebut juga kekurangan kendaraan tahan ranjau dan serangan mendadak (MRAP), yang dipasok Amerika Serikat kepada Ukraina.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved