Iran Vs Amerika Memanas
Perundingan AS-Iran 'Deadlock', Menlu Iran: Perang Ataupun Damai Kami Siap
Menurut Araghchi ada 'pemahaman bersama' bahwa kedua pihak akan terus terlibat dengan cara yang lebih rinci dan rigid.
Pada akhir Januari, pejabat kesehatan setempat mengatakan kepada TIME bahwa jumlah korban tewas dalam protes tersebut bisa mencapai lebih dari 30.000 jiwa. TIME belum dapat memverifikasi angka-angka ini secara independen.
Pada hari Jumat, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk mengatakan situasi di Iran tetap bergejolak dan mengutip kekhawatiran bahwa lebih banyak warga Iran menghadapi eksekusi karena protes.
“Saya ngeri dengan laporan bahwa setidaknya delapan orang, termasuk dua anak, telah dijatuhi hukuman mati sehubungan dengan protes tersebut. Dilaporkan 30 orang lainnya berisiko menerima hukuman yang sama,” katanya.
Volker Türk mendesak 'investigasi independen, tidak memihak, dan transparan, jaminan pengadilan yang adil, dan moratorium segera terhadap hukuman mati.
“Saya sangat khawatir tentang potensi eskalasi militer regional dan dampaknya terhadap warga sipil. Saya berharap suara akal sehat akan menang," tutup Volker. (Time)