Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rakyat AS Gerah Kelakuan Koboi Trump, Dinilai Membahayakan

Meski Trump sebut operasi ini sebagai kemenangan besar melawan "kejahatan", mayoritas rakyat AS tidak setuju atas serangan yang tewaskan Khamenei.

|
Editor: Willem Jonata
YouTube White House
SERANG IRAN - Presiden AS, Donald Trump saat mengumumkan serangan ke Iran bersama dengan Israel, Sabtu (28/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Publik Amerika sangat khawatir melihat kecenderungan Trump dalam menggunakan kekuatan militer
  • Berdasarkan survei yang melibatkan 1.282 orang dewasa di seluruh penjuru AS, hanya sebagian kecil warga yang mendukung operasi gabungan AS-Israel tersebut
  • Sentimen ini tidak hanya datang dari kubu lawan politik, tapi juga mulai merambah ke internal partai  Republik yang mengusung Trump

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar rakyat Amerika Serikat (AS) kontra dengan serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Meski Presiden AS Donald Trump menyebut operasi ini sebagai kemenangan besar melawan "kejahatan", mayoritas rakyatnya menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap eskalasi militer tersebut.

Hasil jejak pendapat terbaru yang dirilis oleh Reuters/Ipsos, hari ini, Minggu (1/3/2026), waktu setempat, menunjukkan bahwa publik Amerika sangat khawatir melihat kecenderungan Trump menggunakan kekuatan militer.

Baca juga: Rudal Iran Paksa Para Pejabat Israel Sembunyi, Netanyahu: Hari yang Menyakitkan

Berdasarkan survei yang melibatkan 1.282 orang dewasa di seluruh penjuru AS, hanya sebagian kecil warga yang mendukung operasi gabungan AS-Israel tersebut. 

Kategori Respons serangan AS terhadap Iran:

  • Setuju: 27 persen
  • Tidak Setuju: 43 persen
  • Ragu-ragu atau tidak yakin:: 29 persen

Data tersebut menegaskan bahwa meski 90% responden telah mendengar berita mengenai serangan yang menewaskan Khamenei, namun dukungan publik tetap rendah.

Lebih jauh lagi, sekitar 56% warga AS berpandangan bahwa Presiden Trump terlalu "ringan tangan" atau terlalu bersedia menggunakan kekuatan militer demi memajukan kepentingan AS di luar negeri.

RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Tampak lokasi yang tadinya terdiri dari beberapa rata tanah setelah serangan hari Sabtu.
RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Tampak lokasi yang tadinya terdiri dari beberapa rata tanah setelah serangan hari Sabtu. (Tribunnews.com/Dok Tribunnews)

Sentimen ini tidak hanya datang dari kubu lawan politik, tapi juga mulai merambah ke internal partai  Republik yang mengusung Trump:

  • Partai Demokrat: 87% menganggap Trump terlalu agresif
  • Independen: 60% memegang pandangan serupa
  • Partai Republik: 23% (hampir satu dari empat) mulai meragukan kebijakan militer Trump
     

Washington terbelah

Reaksi keras juga datang dari Capitol Hill atau gedung parlemen AS di Washington. 

Para politisi Republik memberikan dukungan penuh atas keputusan Trump. Sementara Demokrat melontarkan kritik pedas mengenai legalitas dan strategi jangka panjang.

Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan bahwa Iran kini menanggung konsekuensi berat atas tindakan jahat mereka. 

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune juga memuji langkah Trump

"Saya mengapresiasi Presiden Trump yang mengambil tindakan untuk menggagalkan ancaman nuklir dan terorisme Iran yang selama ini menolak jalur diplomasi," ujar Thune.

Sebaliknya, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyesalkan kegagalan Trump untuk meminta otorisasi dari Kongres sebelum meluncurkan serangan masif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved