Iran Vs Amerika Memanas
Tak Main-main, Perang di Iran Meluas Hampir ke Eropa, Belasan Negara Terdampak
Perang di Iran yang diprakarsai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mencapai gerbang pintu Eropa. Belasan negara terdampak.
Ia menyatakan Iran sudah masuk dalam mode "perang jangka panjang" untuk menghadapi gempuran lawan.
"Kami sudah bersiap untuk konfrontasi yang lama. Iran akan membela diri dan peradaban kami, apa pun risikonya."
"Musuh akan menyesali kesalahan perhitungan mereka," tegas Larijani dalam pernyataan resminya
Pengakuan Mengejutkan AS
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio memberikan pernyataan mengejutkan terkait serangan di Iran.
Rubio mengisyaratkan bahwa keputusan waktu serangan tersebut diambil setelah pihaknya mencium rencana Israel yang akan menggempur Teheran lebih dulu.
Dalam keterangannya di Capitol Hill, Rubio menyebut langkah AS ini sebagai serangan dini.
Baca juga: 4 Tujuan Perang Trump di Iran: Lumpuhkan Kemampuan Rudal hingga Penghentian Nuklir
Ia berdalih, jika AS tidak bergerak bersama Israel, pasukan Amerika di Timur Tengah justru akan menjadi sasaran empuk pembalasan Iran.
"Kami tahu Israel akan bertindak. Kami juga tahu tindakan itu bakal memicu serangan balasan terhadap pasukan kami."
"Jika kami tidak bergerak duluan, korban di pihak kami akan jauh lebih besar," tegas Rubio, Senin (2/3/2026), mengutip Al Jazeera.
Pernyataan ini muncul di tengah duka militer AS yang baru saja mengonfirmasi tambahan korban jiwa.
Hingga saat ini, tercatat enam tentara AS tewas akibat serangan balasan Iran.
Konflik pecah setelah operasi gabungan AS-Israel berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran merespons dengan menghujankan rudal dan drone ke berbagai pangkalan militer AS di wilayah Teluk.
Rubio tak menampik bahwa peran Israel sangat krusial dalam eskalasi ini.
Ia menyebut ada "ancaman mendesak" yang memaksa Washington untuk terlibat langsung dalam operasi yang selama ini sangat diinginkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Selain alasan keamanan pasukan, Rubio menuding Iran terus memperkuat persenjataan rudal dan pesawat nirawaknya untuk melindungi ambisi nuklir mereka.
"Kami tidak akan merasa keberatan jika rakyat Iran menggulingkan pemerintahan saat ini dan membangun masa depan baru."
"Kami sangat berharap hal itu bisa terjadi," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Whiesa)