Sabtu, 13 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Bantah Serang Aramco, Mossad Gelar Operasi 'False Flag' demi Seret Arab Saudi ke dalam Konflik?

Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel.

Tayang:
Tribunnews.com/(Tangkap layar Akun X @AngelMartmma24)
KILANG MINYAK SAUDI - Aramco, Kilang minyak terbesar di Arab Saudi kebakaran. Iran membantah menyerang kilang tersebut. 

Pernyataan Carlson muncul di tengah operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran. Serangan terbaru disebut menewaskan ratusan warga sipil dan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah membalas dengan menyerang lebih dari 500 target milik AS dan Israel menggunakan ratusan drone serta rudal.

Salah satu insiden paling krusial terjadi di fasilitas pengolahan minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi.

Serangan drone memicu kebakaran terbatas dan memaksa penghentian sementara operasional di salah satu pelabuhan minyak terbesar dunia itu. 

Citra satelit resolusi tinggi memperlihatkan dua unit pemrosesan mengalami kerusakan serius, sementara aktivitas pemadaman berlangsung intensif.

Iran membantah

Namun di tengah tudingan bahwa Iran berada di balik serangan tersebut, Teheran justru membantah keras.

Seorang sumber militer Iran kepada kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menyatakan, “Iran secara terbuka menyatakan akan menargetkan seluruh kepentingan Amerika dan Israel di kawasan, dan telah menyerang banyak di antaranya, tetapi fasilitas Aramco tidak termasuk dalam target serangan Iran sejauh ini.”

Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya kemungkinan operasi bendera palsu.

Iran bahkan menuduh Israel melakukan provokasi untuk memperluas perang. “Kami tidak memiliki kepentingan menyerang fasilitas energi negara tetangga. Itu justru menguntungkan pihak yang ingin memicu konflik regional,” kata sumber tersebut.

Bantahan ini menjadi elemen penting dalam analisis bahwa sabotase terhadap Aramco bisa dimaksudkan untuk memancing respons keras Arab Saudi terhadap Iran.

Dampak ekonomi dari eskalasi ini langsung terasa. Harga gas Eropa melonjak hampir 50 persen setelah Arab Saudi menutup kilang terbesarnya dan Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG).

Perusahaan asuransi juga membatalkan perlindungan risiko perang bagi kapal-kapal di Teluk Persia, sementara lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz dilaporkan menurun drastis.

Situasi ini menempatkan Arab Saudi dan Qatar dalam posisi genting. Di satu sisi, mereka merupakan sekutu strategis Washington.

Di sisi lain, keterlibatan langsung dalam perang melawan Iran berisiko memicu ketidakstabilan besar di kawasan.

Jika benar terdapat upaya intelijen untuk menyeret negara-negara Teluk ke dalam konflik, maka dinamika perang Israel-AS melawan Iran bisa memasuki babak yang jauh lebih luas dan berbahaya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved