Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Api Besar di Timur Tengah, Rincian Rencana Mendiang Khamenei Buat Iran untuk Balas AS-Israel

Iran mendesain pembalasan mereka ke Amerika dan Israel dengan memperluas perang, menyasar negara-negara Arab yang jadi sekutu Amerika.

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
LOBI SEKUTU DEKAT - Gambar kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu datang ke Washington untuk melobi Trump untuk berperang dan tidak bernegosiasi dengan Iran. 

Api Besar di Timur Tengah, Rincian Rencana Mendiang Khamenei Buat Iran untuk Balas AS-Israel

TRIBUNNEWS.COM - Media Inggris, Financial Times, mengungkapkan kalau Iran sedang menerapkan rencana terperinci yang dirumuskan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei.

Rencana yang sedang dijalankan Iran ini bertujuan untuk memperluas cakupan perang secara regional.

Perluasan perang ini dilakukan dengan menyerang target-target di kawasan tersebut dan fasilitas energi, serta menyebabkan gangguan di pasar global, sebagai pembalasan atas serangan Amerika-Israel.

Baca juga: Perang Dunia 3? Memahami Proksi dan Sekutu dalam Perang Timur Tengah Israel-Iran yang Dipimpin AS

Surat kabar itu mengutip sebuah sumber yang dekat dengan rezim Iran yang mengatakan, "Kami tidak punya pilihan selain meningkatkan eskalasi dan menyulut api besar agar semua orang dapat melihatnya, ketika garis merah kami dilanggar dan melanggar semua hukum internasional, dan kami tidak lagi dapat mematuhi aturan main."

Sumber tersebut membenarkan kalau eskalasi dan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan itu, utamanya akan terus berlanjut

Sumber itu menambahkan, "Apa yang mereka harapkan jika kepala Republik Iran menjadi sasaran? Apakah mereka mengira tidak akan terjadi apa-apa?"

Menurut Financial Times, rencana tersebut, yang disusun setelah perang 12 hari pada Juni lalu, mencakup penyebaran kekacauan melalui serangan yang menargetkan fasilitas energi dan serangan yang akan menyebabkan gangguan pada lalu lintas udara di wilayah tersebut.

DIBLOKADE IRAN - Beberapa kapal terlihat berlabuh jangkar karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak dan gas meroket pasca keluarnya ancaman Iran yang akan membakar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
DIBLOKADE IRAN - Beberapa kapal terlihat berlabuh jangkar karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak dan gas meroket pasca keluarnya ancaman Iran yang akan membakar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. (HO/IST/EPA/Stringer)

Dampak Ekonomi Langsung

Pasar global mengalami gejolak yang semakin meningkat saat perang memasuki hari keempat.

Perang terbuka ini berhias saling serang udara yang merusak pasokan minyak dan gas serta mengganggu pelayaran di Selat Hormuz yang vital, yang secara langsung berdampak pada harga energi, pasar keuangan, dan transportasi udara.

Pada Senin, drone Iran menargetkan fasilitas gas vital di Qatar, serta salah satu kilang minyak terbesar di Arab Saudi.

Hal ini menyebabkan Qatar – salah satu pemasok gas alam cair terbesar di dunia – menghentikan pasokan, sementara harga minyak dan gas melonjak karena pengiriman melalui Selat Hormuz melambat hingga hampir berhenti total.

Drone Iran juga telah menargetkan hotel, bandara, dan pelabuhan di negara-negara termasuk UEA, Kuwait, Irak, Oman, dan Bahrain, serta meluncurkan rentetan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah tersebut.

Sektor penerbangan menjadi sektor pertama yang terdampak oleh dampak ekonomi, dan menurut Reuters, gangguan lalu lintas udara global berlanjut pada hari Senin dengan bandara-bandara utama tetap ditutup untuk hari ketiga berturut-turut, menyebabkan puluhan ribu orang terlantar dan mengganggu ribuan penerbangan.

Lebih dari 5.400 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu dan Senin di tujuh bandara utama di Teluk Arab, karena beberapa wilayah udara tetap ditutup dan dibatasi karena alasan keamanan, menurut data penerbangan dari Flightradar24.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved