Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pakar Iran Nilai Strategi Militer AS Tak Efektif di Selat Hormuz

AS ancam blokade Selat Hormuz, Iran siap melawan. Ketegangan berisiko meluas dan mengguncang pasar energi global

Editor: Eko Sutriyanto
Tangkap Layar/Khaberni
BLOKADE SELAT HORMUZ - Ketegangan di Teluk meningkat seiring ancaman blokade Selat Hormuz. Akademisi Iran, Zohreh Kharazmi dari University of Tehran, menegaskan pendekatan militer AS tak efektif dan Iran siap melawan setiap upaya blokade 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah ancaman blokade oleh Amerika Serikat, yang ditanggapi keras oleh Iran 
  • Akademisi Iran menyebut pendekatan militer tidak efektif, menegaskan kesiapan melawan serta menyinggung sejarah intervensi Barat 
  • Situasi berpotensi meluas secara global, terutama jika melibatkan negara besar lain dan berdampak pada stabilitas pasar energi

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas seiring meningkatnya ancaman blokade di Selat Hormuz.

Akademisi Iran menegaskan bahwa pendekatan militer Amerika Serikat tidak akan efektif menghadapi dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

Zohreh Kharazmi, profesor asosiasi di University of Tehran, menyatakan bahwa Iran siap melawan setiap upaya blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

“Strategi ala Hollywood tidak akan berhasil di medan nyata seperti ini,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera, Senin (13/4/2026).

Ia menekankan kompleksitas konflik yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan demonstrasi kekuatan militer.

Bayang-bayang Sejarah 1953

Kharazmi mengingatkan bahwa ketegangan semacam ini bukan hal baru bagi Iran.

Ia merujuk pada peristiwa tahun 1953, ketika Mohammed Mossadegh, perdana menteri Iran yang terpilih secara demokratis, menggagas nasionalisasi minyak.

Baca juga: AS Blokir Selat Hormuz Imbas Negosiasi ke Iran Gagal, Trump: All or None!

Langkah tersebut memicu respons keras dari Barat dan berujung pada kudeta yang didukung CIA dan MI6.

“Upaya mendikte negara lain melalui kekuatan adalah pola lama yang sangat dikenal oleh rakyat Iran,” katanya.

Simbol Kedaulatan dan Harga Diri

Lebih dari sekadar jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz memiliki makna simbolis bagi Iran.

Kharazmi membandingkannya dengan nasionalisasi Terusan Suez oleh Mesir pada 1956, yang menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi asing.

Menurutnya, kontrol Iran atas Hormuz mencerminkan keputusan berdaulat atas wilayahnya sendiri dan menjadi sumber kebanggaan nasional.

Kharazmi juga menyoroti bahwa Iran memiliki pengalaman menghadapi militer Amerika Serikat di berbagai medan.

“Jika di udara dan darat kami pernah menghadapi, maka laut bukan pengecualian,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut bahwa menargetkan kapal perang bisa lebih realistis dibanding menghadapi teknologi canggih seperti F-35 Lightning II.

Potensi Konflik Lebih Luas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved