Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Menlu AS Marco Rubio Lakukan Blunder, Keceplosan Sebut Serang Iran demi Israel?

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mendapatkan kecaman banyak pihak setelah tak sengaja mengungkapkan fakta di balik serangan di Iran.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio saat ini tengah mendapatkan banyak sekali kecaman akibat pernyataannya.
  • Rubio pada Senin (2/3/2026) lalu, sempat keceplosan dengan menyebut keputusan waktu serangan ke Iran diambil setelah pihaknya mencium rencana Israel yang akan gempur Teheran lebih dulu.
  • Ia berdalih, jika AS tidak bergerak bersama Israel, pasukan Amerika di Timur Tengah justru akan menjadi sasaran empuk pembalasan Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang kritik menghantam pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio lakukan blunder soal Iran.

Rubio sempat memberikan pernyataan mengejutkan terkait serangan di Iran.

Ia mengisyaratkan bahwa keputusan waktu serangan tersebut diambil setelah pihaknya mencium rencana Israel yang akan menggempur Teheran lebih dulu.

Dalam keterangannya di Capitol Hill, Rubio menyebut langkah AS ini sebagai serangan dini.

Ia berdalih, jika AS tidak bergerak bersama Israel, pasukan Amerika di Timur Tengah justru akan menjadi sasaran empuk pembalasan Iran.

"Kami tahu Israel akan bertindak. Kami juga tahu tindakan itu bakal memicu serangan balasan terhadap pasukan kami."

"Jika kami tidak bergerak duluan, korban di pihak kami akan jauh lebih besar," tegas Rubio, Senin (2/3/2026), mengutip Al Jazeera.

Pernyataan ini sontak memicu kegaduhan.

Analis politik menilai pengakuan Rubio sebagai bukti bahwa AS telah "terjebak" dalam agenda politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Ini adalah pengakuan yang mencengangkan. Amerika Serikat ternyata tidak menyerang Iran karena adanya ancaman langsung terhadap kedaulatan kita, melainkan karena tekanan dan kepentingan Israel," tulis pernyataan resmi Council on American-Islamic Relations (CAIR).

Kritik tidak hanya datang dari kubu oposisi.

Baca juga: Pengamat Politik Timur Tengah: Iran Punya Strategi Perang Hebat dan Senjata Rahasia, Siap Melawan

Tokoh-tokoh pendukung Trump dari gerakan MAGA (Make America Great Again) juga mulai menyuarakan ketidaksenangan.

Influencer pro-Trump, HodgeTwins, menegaskan melalui media sosial bahwa pemilih Trump tidak memberikan suara agar tentara Amerika mati demi perang Israel.

Menyadari dampak negatif dari pernyataan bawahannya, Trump mencoba memberikan narasi berbeda.

Ia berkilah bahwa serangan tersebut dilakukan murni untuk keamanan nasional AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved