Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pengamat Politik Timur Tengah: Iran Punya Strategi Perang Hebat dan Senjata Rahasia, Siap Melawan

Nasir Tamara, pengamat politik Timur Tengah mengatakan Iran Belum Selesai, Miliki Senjata Rahasia dan Strategi Perang Matang

Ringkasan Berita:
  • Nasir Tamara menyebut Iran belum mengakhiri langkah pembalasannya dan telah menyiapkan strategi serta penguatan militer.
  • Iran diklaim memiliki rudal balistik Khaibar yang mampu membawa bom termobarik 1.800 kg, berkecepatan hingga Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 saat masuk atmosfer, dengan daya hancur sangat besar.
  • Selain Khaibar, Iran juga disebut memiliki rudal Jericho sebagai bagian dari strategi pertahanan berlapis untuk menghadapi konflik dengan AS-Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Wartawan senior sekaligus pengamat politik Timur Tengah, Nasir Tamara, menyatakan bahwa Iran dinilai belum mengakhiri langkah pembalasannya dalam dinamika konflik kawasan. 

Diketahui Nasir Tamara juga merupakan tamatan Universitas kenamaan Prancis, Sorbone, satu-satunya jurnalis Indonesia yang pernah ikut pesawat yang membawa Ayatollah Khomeini dari Prancis ke Iran pada tahun 1979.

Menurutnya, Teheran telah mempersiapkan berbagai skenario strategis, termasuk penguatan persenjataan mutakhir.

“Iran itu belum selesai dengan pembalasannya,” ujar Nasir kepada Tribunnews, dalam diskusi Overview Tribunnews, Selasa (3/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Iran disebut memiliki sejumlah senjata strategis yang belum banyak terungkap ke publik. 

Salah satunya adalah rudal balistik jenis Khaibar yang dikabarkan mampu membawa bom termobarik dengan bobot hingga 1.800 kilogram.

Rudal yang diperkenalkan pada 2023 tersebut disebut memiliki kecepatan maksimum hingga Mach 16 saat berada di luar atmosfer, dan Mach 8 ketika memasuki atmosfer. 

Dengan spesifikasi itu, rudal tersebut digolongkan sebagai salah satu sistem persenjataan berdaya hancur tinggi.

Bom termobarik yang dibawanya bekerja dengan menciptakan awan aerosol yang mudah terbakar sebelum kemudian memicu ledakan bersuhu hingga 3.000 derajat Celsius. 

Dalam radius sekitar 100 meter, ledakan tersebut diklaim mampu menyerap oksigen di sekitarnya, sehingga menimbulkan dampak kehancuran besar.

Selain Khaibar, Nasir juga menyebut Iran memiliki rudal lain bernama Jericho. 

Baca juga: Trump Tak Lagi Singgung Isu Penggulingan Rezim Iran sebagai Tujuan Perang

Ia menilai keberadaan berbagai sistem persenjataan itu menunjukkan bahwa Iran telah lama mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik terbuka, termasuk jika terjadi eskalasi dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Kalau dia tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya, tentunya dia sudah kolaps. Dan kita melihat bahwa dia memiliki strategi perang yang sangat hebat,” katanya.

Menurut Nasir, kesiapan militer tersebut menjadi bagian dari strategi pertahanan berlapis yang dirancang untuk memastikan Iran tetap bertahan dalam tekanan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Kehebatan Rudal Iran

Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), memicu eskalasi baru di Timur Tengah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved