Iran Vs Amerika Memanas
Donald Trump Isyaratkan Incar Siapa Pun Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target serangan.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target agresi militer AS–Israel, menyusul tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara.
- Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya
- Sementara pemakaman kenegaraan Khamenei ditunda karena perkiraan jumlah pelayat yang sangat besar.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden AS, Donald Trum mengatakan para pemimpin Iran berikutnya akan terus tewas dalam agresi militer AS–Israel yang sedang berlangsung.
“Kepemimpinan mereka dengan cepat menghilang. Setiap orang yang ingin menjadi pemimpin pada akhirnya akan tewas,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Perjanjian India, Gedung Putih, Rabu (4/3/2026).
“Rudal-rudal mereka dihancurkan dengan cepat. Peluncur-peluncur mereka juga dihancurkan,” tambahnya.
Pemimpin Iran selama kurang lebih 37 tahun, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara AS–Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran.
“Saya membunuhnya sebelum dia membunuh saya,” kata Trump kepada ABC News mengenai kematian Khamenei.
Nama putra kedua Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, kemudian muncul sebagai calon kuat penerus Pemimpin Tertinggi Iran.
Seorang ulama tingkat menengah yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi elit Iran, Mojtaba yang berhaluan keras disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di kalangan ulama Iran, mengutip Reuters.
Selama bertahun-tahun, ia dipandang sebagai salah satu kandidat utama untuk menggantikan ayahnya.
Iran akan secara resmi mengumumkan penerus Ali Khamenei setelah pemakamannya.
Baca juga: Iran Klaim Hancurkan 7 Lebih Radar yang Buat AS Buta, CENTCOM Bungkam, IRGC Targetkan Titik Vital
Pemakaman Ditunda
Iran mengumumkan bahwa upacara pemakaman kenegaraan untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan pada Rabu (4/3/2026) malam di Teheran, ditunda.
“Upacara perpisahan untuk Imam yang gugur telah ditunda. Tanggal baru akan diumumkan kemudian,” ujar televisi pemerintah yang dikutip CNA.
Sebelumnya pada Rabu pagi, pihak berwenang menyatakan penghormatan terakhir akan berlangsung pada Rabu malam di Teheran sebelum jenazah Khamenei dimakamkan di kota suci Mashhad, tempat asalnya.
Namun, serangan udara terus menghantam Teheran sejak Sabtu (28/2/2026), dengan rudal menargetkan infrastruktur militer dan pemerintahan.
Pihak berwenang tidak mengaitkan penundaan tersebut dengan situasi keamanan.
“Hal ini sebagian disebabkan oleh perkiraan partisipasi jutaan orang dan kebutuhan untuk menyediakan infrastruktur yang memadai bagi kerumunan sebesar itu,” kata Mohsen Mahmoudi, kepala Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Teheran, badan yang menyelenggarakan acara tersebut, kepada televisi pemerintah.