Selasa, 28 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump Isyaratkan Incar Siapa Pun Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target serangan.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati

Mengutip The Guardian, berikut poin-poin terbaru terkait serangan terhadap Iran.

  • Pemboman di Sekolah Iran

Gedung Putih menolak menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan AS dalam pemboman sekolah di Iran.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt menepis pertanyaan seorang reporter terkait dugaan keterlibatan AS dalam serangan terhadap sekolah dasar putri di Iran yang menewaskan 175 orang. 

Leavitt menyebut Pentagon sedang menyelidiki insiden tersebut.

  • Posisi Spanyol

Dalam konferensi pers Gedung Putih pada Rabu, Leavitt mengatakan Spanyol setuju untuk bekerja sama dalam operasi AS di Timur Tengah.

Namun, tak lama kemudian, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah, pemboman di Iran, dan penggunaan pangkalan kami tidak berubah sedikit pun.

  • Operasi Darat

Leavitt tidak mengesampingkan kemungkinan pasukan AS berada di Iran

“Mereka bukan bagian dari rencana operasi ini saat ini,” kata Leavitt.

“Namun, saya tidak akan pernah mengesampingkan opsi militer atas nama presiden Amerika Serikat, dan dia dengan bijak tidak melakukan hal yang sama untuk dirinya sendiri.”

  • Gangguan Penerbangan

Emirates menyatakan seluruh penerbangan terjadwal ke dan dari Dubai tetap ditangguhkan hingga pukul 23.59 waktu UEA pada 7 Maret, menyusul penutupan wilayah udara di kawasan tersebut.

  • Ketegangan di Irak

Laporan juga masuk bahwa milisi Kurdi Iran telah melancarkan serangan darat di barat laut Iran.

Tak lama kemudian, kantor berita Tasnim membantah laporan itu.

Wakil kepala staf perdana menteri wilayah Kurdistan Irak menyatakan bahwa tidak ada satu pun warga Kurdi Irak yang menyeberangi perbatasan.

Departemen Luar Negeri AS mendesak warga negara AS yang berada di Irak untuk segera meninggalkan negara itu.

Akun resmi urusan konsuler departemen tersebut di X menulis pada Rabu bahwa warga negara AS di Irak sangat dianjurkan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan untuk bepergian dengan aman, dan tetap berada di tempat tinggal mereka hingga kondisi memungkinkan untuk pergi dengan aman.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved