Iran Vs Amerika Memanas
Iran Bantah Luncurkan Drone ke Azerbaijan, Tuding Israel di Balik Serangan
Insiden yang terjadi pada 5 Maret tersebut melibatkan setidaknya empat drone. Satu mengenai bandara Internasional Nakhchivan.
Ringkasan Berita:
- Drone dilaporkan menghantam gedung terminal Bandara Internasional Nakhchivan, Azerbaijan. Iran sebagai tertuduh
- Iran membantah meluncurkan drone menargetkan Azerbaijan. Teheran menuding Israel di balik serangan tersebut
- Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev tidak menoleransi kejadian tersebut dan berencana melancarkan balasan
TRIBUNNEWS.COM - Iran tegas membantah tuduhan bahwa pihaknya telah meluncurkan pesawat nirawak atau drone ke wilayah Republik Azerbaijan.
Teheran justru menuding Israel berada di balik serangan tersebut sebagai upaya untuk merusak hubungan diplomatik antarnegara Muslim di kawasan.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan pada Kamis (6/3/2026), menyusul insiden jatuhnya sejumlah drone di Nakhchivan, Azerbaijan, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur sipil dan korban luka.
"Republik Islam Iran menghormati kedaulatan semua negara, terutama negara-negara Muslim dan tetangga. Kami membantah keras peluncuran drone apa pun oleh pasukan militer kami ke arah Republik Azerbaijan," tulis pernyataan resmi Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran.
Baca juga: Drone yang Hantam Pangkalan Militer Inggris di Siprus Bukan Diluncurkan dari Iran
Senada, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan posisi negaranya dalam situasi saat ini.
"Kami tidak menyerang negara tetangga kami," ujarnya seperti dikutip Reuters.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, insiden yang terjadi pada 5 Maret tersebut melibatkan setidaknya empat drone yang melintasi perbatasan Iran.
Salah satu drone dilaporkan menghantam gedung terminal Bandara Internasional Nakhchivan yang terletak sekitar 10 kilometer dari perbatasan.
Drone lainnya jatuh di dekat sebuah gedung sekolah di desa Shakarabad. Laporan mengenai jumlah korban bervariasi antara dua hingga empat orang warga sipil yang mengalami luka-luka.
Militer Azerbaijan mengonfirmasi telah menembak jatuh satu drone, sementara satu lainnya menghantam infrastruktur sipil dan meledak.
Menanggapi peristiwa ini, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev langsung menggelar rapat darurat Dewan Keamanan.
Aliyev menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi apa yang ia sebut sebagai "tindakan teror dan agresi yang tidak beralasan."
"Angkatan Bersenjata kami telah diinstruksikan untuk menyiapkan dan menerapkan langkah-langkah pembalasan yang tepat. Kami siap menunjukkan kekuatan kami terhadap kekuatan musuh mana pun—dan mereka di Iran tidak boleh melupakan hal ini," tegas Aliyev.
Sebagai langkah diplomatik awal, Baku telah memanggil Duta Besar Iran untuk Azerbaijan, Mojtaba Damirchilou, guna menyampaikan nota protes resmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MENUKIK-SEBELUM-MELEDAK-Pesawat-nirawak-drone-Shahed-136-Rusia.jpg)