Iran Vs Amerika Memanas
Sorot Tertuju ke Bandara Prestwick: Titik Transit Pesawat AS Sebelum Serangan ke Iran
Bandara Prestwick disorot setelah puluhan pesawat militer AS singgah sebelum serangan ke Iran, memicu kontroversi politik
Ringkasan Berita:
- Bandara Glasgow Prestwick di Skotlandia menjadi sorotan setelah puluhan pesawat militer Amerika Serikat dilaporkan singgah sebelum serangan ke Iran.
- Lonjakan aktivitas penerbangan militer itu memicu kritik dari politisi Skotlandia yang mempertanyakan peran bandara tersebut.
- Pemerintah Inggris menyebut bandara tidak digunakan untuk meluncurkan serangan, namun tetap memicu kontroversi politik.
TRIBUNNEWS.COM - Bandara Glasgow Prestwick Airport menjadi sorotan setelah laporan menyebut fasilitas tersebut digunakan pesawat militer Amerika Serikat sebelum operasi militer yang diperintahkan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Aktivitas penerbangan militer di bandara tersebut meningkat tajam menjelang serangan, memicu kontroversi politik di Inggris dan Skotlandia.
Sejumlah laporan menyebut pesawat militer Amerika terlihat mendarat di bandara yang terletak sekitar 50 kilometer di selatan Glasgow itu sebelum melanjutkan penerbangan menuju Timur Tengah.
Kehadiran pesawat militer AS tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai apakah bandara di Skotlandia itu digunakan sebagai titik transit logistik sebelum operasi militer terhadap Iran dilancarkan, dikutip dari Daily Record.
Data penerbangan yang dihimpun sejumlah kelompok politik di Skotlandia menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas militer Amerika di bandara tersebut. Dalam satu pekan menjelang serangan terhadap Iran, tercatat sedikitnya 24 penerbangan militer AS mendarat di Prestwick.
Beberapa pesawat yang terlihat di antaranya adalah pesawat angkut militer besar seperti C-17 Globemaster, yang lazim digunakan untuk mengangkut logistik, personel, maupun peralatan militer jarak jauh.
The Scotish Sun mengabarkan, pengamatan warga dan data penerbangan menunjukkan peningkatan lalu lintas pesawat militer dibandingkan aktivitas normal di bandara tersebut.
Pesawat-pesawat itu kemudian dilaporkan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Timur Tengah, tempat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas.
Lonjakan aktivitas militer tersebut memicu kritik dari sejumlah politisi di Skotlandia.
Mereka meminta pemerintah Skotlandia menjelaskan secara transparan mengenai penggunaan bandara yang dimiliki negara itu oleh militer Amerika Serikat.
Beberapa anggota parlemen bahkan mendesak agar pesawat militer AS tidak lagi menggunakan bandara tersebut.
Baca juga: Iran Bilang Bukan Menarget Negara Teluk, Arab Saudi Bersiap Membalas
Mereka menilai fasilitas milik pemerintah Skotlandia tidak seharusnya menjadi bagian dari operasi militer yang kontroversial di Timur Tengah.
Di sisi lain, pemerintah Inggris menghadapi tekanan untuk menjelaskan sejauh mana fasilitas di wilayahnya digunakan untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Perdebatan juga muncul terkait hubungan strategis antara Inggris dan Amerika Serikat, terutama mengenai izin penggunaan pangkalan udara Inggris dalam konflik tersebut.
Sejarah Bandara Prestwick
Bandara Prestwick sendiri memiliki sejarah panjang sebagai fasilitas penerbangan strategis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bandara-glasgow-prestwick-di-skotlandia.jpg)