Selasa, 2 Juni 2026

Rumah Zohran Mamdani Dilempari Bahan Peledak, Protes Anti-muslim di AS

Bahan peledak dilemparkan ke kediaman Wali Kota New York, Zohran Mamdani

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Facebook/Zohran Mamdani
ZOHRAN MAMDANI - Politikus Amerika Serikat bernama Zohran Mamdani maju sebagai bakal calon Wali Kota New York. 

Saat aksi unjukConsistency terus berlanjut, lebih dari 100 pengunjuk rasa tandingan tiba di lokasi kejadian, meneriakkan kata-kata kepada Lang dan para pendukungnya.

Ketegangan pun segera meningkat.

Polisi mengatakan salah satu pendukung Lang menggunakan semprotan merica terhadap sekelompok demonstran tandingan, menyebabkan beberapa orang menangis matanya kena semprotan merica.

Tak lama kemudian, perkelahian pecah, dan benda-benda termasuk telur mentah dilemparkan ke kerumunan.

Di tengah kekacauan, seorang demonstran melemparkan dua benda berasap, salah satunya jatuh di East 87th Street dan terbakar, menyebabkan orang-orang di dekatnya berlari mencari perlindungan.

Polisi mengidentifikasi beberapa individu yang ditahan selama protes tersebut.

Di antara mereka adalah Emir Balat, 18 tahun, dari Langhorne, Pennsylvania, yang menurut pihak berwenang melemparkan alat penghisap rokok ke arah kerumunan.

Ibrahim Nikk, 19 tahun, dituduh menyediakan salah satu benda yang digunakan dalam insiden tersebut.

Penangkapan lain melibatkan Ian McGinnis, 21 tahun, yang menurut polisi menggunakan semprotan merica terhadap para pengunjuk rasa tandingan selama bentrokan.

Pihak berwenang mengatakan dakwaan terhadap Balat dan Nikk masih dalam proses penentuan menunggu analisis perangkat tersebut.

 McGinnis diperkirakan akan menghadapi dakwaan membahayakan keselamatan secara sembrono, menurut seorang mantan pejabat penegak hukum senior, seperti yang dilaporkan NYT.

Polisi mengatakan bahwa Wali Kota Mamdani dan istrinya tidak berada di Gracie Mansion ketika protes itu terjadi.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan bahwa ia telah diberi pengarahan tentang situasi tersebut.

Meskipun mengakui hak untuk berdemonstrasi, ia menekankan bahwa kekerasan tidak akan ditoleransi.

Ia mengatakan bahwa negara bagian menghormati demonstrasi damai tetapi memiliki "toleransi nol terhadap kebencian atau kekerasan."

Sumber: ABC News/Times of India

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved