Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Waspada! Konflik Iran-AS Israel Picu Konten Radikal dan Adu Domba di Sosmed

Waspada! Konflik Iran-AS picu konten radikal & adu domba di sosmed RI. Pakar ingatkan risiko terorisme digital. Cek analisis lengkapnya!

Penulis: Reza Deni
Meson Digital
WASPADALAH DI RUANG DIGITAL — Ilustrasi penyebaran konten propaganda dan narasi radikal di media sosial terkait konflik Iran-AS. Pakar memperingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam upaya adu domba digital yang dapat memicu fragmentasi sosial dan radikalisasi 'lone actor' di dalam negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Eskalasi di Timur Tengah mulai merambah ruang digital Indonesia melalui konten provokatif.
  • Pakar peringatkan risiko 'adu domba' digital yang bisa memicu kemunculan pelaku teror tunggal.
  • Selain keamanan sosial, ancaman nyata pada stok BBM nasional kini membayangi sektor ekonomi mikro.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Memanasnya konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah kini tidak lagi sekadar menjadi isu geopolitik yang jauh.

Para pakar memberikan peringatan dini (early warning) mengenai dampak sistemik yang mulai merembet ke Indonesia, mulai dari kerentanan pasokan energi hingga ancaman serius adu domba ideologi di ruang digital.

Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk "Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia" yang digelar Institute for Strategic Transformation (IFORSTRA), Minggu (8/3/2026).

Diskusi yang dipandu Raja Adelia Oktafia dari Universitas Pertamina ini menghadirkan tiga pakar strategis untuk membedah risiko domestik bagi RI.

Ancaman Adu Domba di Ruang Digital

Direktur IFORSTRA, M. Syauqillah, menilai konflik Timur Tengah saat ini tidak hanya berlangsung di medan militer, tetapi juga merambah ruang digital melalui berbagai narasi propaganda.

Di Indonesia, upaya "adu domba" opini publik di media sosial semakin terlihat melalui pembelahan yang tajam.

"Polarisasi publik di media sosial semakin terlihat melalui berbagai narasi ideologis, mulai dari seruan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah," tegas Syauqillah.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan oleh kelompok teror untuk memperluas pengaruhnya.

"Radikalisasi digital ini dapat memicu kemunculan lone actor atau pelaku teror tunggal," tambahnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Soroti Peran BoP dan Dukungan Negara Islam terhadap Palestina

Krisis Energi & Ancaman Nasib Ekonomi Mikro

Dosen Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menyoroti potensi krisis ekonomi akibat eskalasi di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Ia memaparkan ketergantungan tinggi Indonesia terhadap impor minyak di tengah cadangan energi nasional yang terbatas.

"Selain persoalan energi, situasi geopolitik tersebut juga berdampak pada ruang diplomasi Indonesia," kata Tia.

Ia mencatat tantangan mediasi RI setelah Iran sempat mengkritik keputusan Indonesia bergabung dengan konfigurasi diplomasi Board of Peace (BoP).

Senada, pakar Ketahanan Nasional UI, M. Syaroni Rofii, melihat konflik ini sebagai perang asimetris yang melibatkan teknologi drone dan upaya perubahan rezim.

Ia memprediksi gangguan pasokan energi akan memukul rakyat kecil secara langsung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved