Iran Vs Amerika Memanas
Serangan Rudal dan Drone Berhasil Dicegat, Arab Saudi Peringatkan Iran
Arab Saudi menegaskan Iran akan menjadi pihak paling merugi jika eskalasi konflik berlanjut, setelah rudal dan drone kembali ditembak jatuh
Ringkasan Berita:
- Arab Saudi mengecam keras dugaan agresi Iran terhadap negara-negara Teluk dan memperingatkan Teheran akan menjadi pihak yang paling merugi jika eskalasi konflik berlanjut
- Sistem pertahanan udara Saudi juga menembak jatuh tiga rudal balistik dan empat drone yang menargetkan wilayah strategis, termasuk pangkalan militer dan fasilitas minyak di kawasan kerajaan
TRIBUNNEWS.COM, RIYADH — Pemerintah Arab Saudi mengecam keras terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran terhadap Kerajaan serta negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).
Riyadh memperingatkan bahwa Iran pada akhirnya akan menjadi pihak yang paling merugi jika eskalasi konflik di kawasan terus meningkat.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan agresif Iran terhadap negara-negara tetangganya tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
“Kerajaan menegaskan hak penuhnya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan perlindungan keamanan, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan para penduduknya, sekaligus untuk mencegah segala bentuk agresi,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pemerintah Saudi juga mengecam keras serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk bandara dan fasilitas energi.
Riyadh menilai serangan terhadap fasilitas strategis tersebut sebagai upaya serius untuk mengguncang stabilitas kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu pusat vital energi global.
Baca juga: 2 Orang Tewas dan 12 Luka-luka Akibat Proyektil Jatuh di Area Permukiman Al Kharj Arab Saudi
“Penargetan bandara sipil dan fasilitas minyak tidak lain merupakan bukti tekad untuk mengancam keamanan dan stabilitas serta pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian internasional dan hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang diarahkan ke beberapa wilayah strategis di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.
Pemerintah Saudi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan sekutu regional maupun internasional guna memastikan keamanan kawasan tetap terjaga.
Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 3 Rudal Balistik dan 4 Drone
Pada perkembangan lain, Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Senin mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil menembak jatuh sedikitnya tiga rudal balistik dan empat drone yang memasuki wilayah udara Kerajaan setelah tengah malam.
Dalam serangkaian unggahan di platform X, kementerian menyebut tiga rudal balistik yang diluncurkan menuju Prince Sultan Air Base di wilayah Al-Kharj berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai targetnya.
Selain itu, sistem pertahanan udara Saudi juga berhasil menanggulangi sejumlah ancaman lainnya, antara lain:
Dua drone yang ditembak jatuh di wilayah utara ibu kota Riyadh, satu drone yang diarahkan ke ladang minyak Shaybah Oil Field berhasil dicegat di gurun Empty Quarter Desert, satu drone lainnya dihancurkan di provinsi utara Al-Jouf Province.
Serangan pada Senin dini hari tersebut tampaknya mengikuti pola yang sama dengan beberapa serangan sebelumnya, yakni peluncuran rudal dan drone secara bertahap mulai tengah malam dan berlanjut hingga siang hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rudaldronearab11111.jpg)