Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Analisis Intelijen Barat: Bunuh Pemimpin Iran, AS Belum Tentu Menang Perang

Intelijen Barat menilai tewasnya Ali Khamenei tak otomatis menjatuhkan rezim Iran. Struktur kekuasaan Teheran dinilai masih kuat

Para pengamat Timur Tengah memperkirakan kepemimpinan Mojtaba berpotensi lebih keras dibanding pendahulunya.

Beberapa faktor yang mendorong prediksi tersebut antara lain:

-Latar belakang hubungan kuat dengan IRGC, yang dikenal sebagai kelompok garis keras dalam politik Iran.

-Situasi perang terbuka dengan Israel dan AS, yang membuat kompromi diplomatik semakin kecil.

-Faktor pribadi, karena keluarganya menjadi korban dalam serangan militer Barat.

Analis memperkirakan Mojtaba akan menekankan strategi “ketahanan revolusi”—yakni memperkuat militer, memperluas jaringan proksi regional, dan menindak keras oposisi domestik, dikutip dari Reuters.

Beberapa pakar politik Timur Tengah juga memperingatkan bahwa kepemimpinan Mojtaba bisa diiringi peningkatan represi di dalam negeri.

Hal itu berkaitan dengan reputasinya yang dianggap dekat dengan aparat keamanan yang sebelumnya menekan gerakan protes di Iran.

Di sisi lain, konflik regional juga diperkirakan semakin memanas karena kepemimpinan baru Iran muncul di tengah perang terbuka dengan Israel dan ketegangan langsung dengan Amerika Serikat.

Dengan latar belakang perang, kehilangan anggota keluarga, serta dukungan kuat dari aparat militer, kepemimpinan Mojtaba Khamenei dinilai akan menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Republik Islam Iran. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved