Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pengamat: Iran Memilih Pertahankan Rezim

Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi menanggapi soal Mojtaba Khamenei yang jadi pemimpin tertinggi Iran, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.

"Kita tahu dari beberapa kandidat yang beredar sebenarnya ada banyak. Minimalnya ada yang jauh lebih 
akomodatif, yang jauh lebih katakanlah lebih terbuka termasuk dengan Barat."

Baca juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kekayaan dan Propertinya Jadi Sorotan

"Nah, salah satu yang mengemuka dari sisi ini adalah cucu daripada Imam Khomeini yaitu Hassan Khomeini yang dikenal lebih lebih reformis," ungkap Hasibullah.

Meski demikian, majelis pakar Iran yang terdiri dari 88 ulama ini telah menentukan pilihan mereka, yakni memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.

"Tapi sekali lagi kalau kita bicara demokrasi, kita konsisten dengan nilai kedaulatan bangsa-bangsa, maka masyarakat Iran punya hak untuk memilih siapa pemimpinnya."

"Dan sekarang melalui majelis pakar yang terdiri dari 88 orang yang dipilih adalah justru sosok Mojtaba Khamenei," pungkasnya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Naik 108 Dolar AS usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran

Ulama Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Pengganti Ali Khamenei

Majelis Pakar Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi  baru menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei.

Kabar tersebut dikonfirmasi media Iran Tasnimnews.ir. 

Majelis Pakar memilih Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga.

Penunjukkan Mojtaba Khamenei dilakukan setelah sembilan hari kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Dilansir dari Aljazeera, Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum.

Tetapi selama beberapa dekade telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi Iran serta membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering disebut-sebut sebagai calon pengganti utama ayahnya.

Baca juga: Trump Tantang Pemimpin Baru Iran, Analis Sebut Rekam di Balik Layar Mojtaba Khamenei

Mohammad Mehdi Mirbagheri, tokoh terkemuka di Majelis Pakar mengatakan penunjukkan pengganti Ali Khamenei dilakukan secara hati-hati agar tidak ada penolakan di internal mereka.

Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang saat ini berembuk untuk menentukan nama pengganti Ali Khamenei.

“Suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk,” kata kepala Akademi Ilmu Islam Qom dalam sebuah video yang dirilis pada hari Minggu oleh kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved