Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Saya Gembira

Buktikan kedekatan sejarah, Megawati kirim surat & foto rahasia untuk pemimpin baru Iran. Ada pesan mendalam di baliknya. Simak di sini!

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
Instagram @pdiperjuangan
SURAT UNTUK PEMIMPIN TERTINGGI IRAN – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyerahkan surat resmi yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtabas Khamenei, melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya, Menteng, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pertemuan diplomatik ini menjadi simbol penguatan hubungan persaudaraan antara kedua negara di tengah dinamika kepemimpinan baru di Iran. 

Tampak hadir pula Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARIK) PDIP Andi Widjajanto.

Ikatan Batin Bung Karno dan Iran

KHAMENEI BUKA SUARA - Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ pada Senin (23/6/2025) yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran.
KHAMENEI BUKA SUARA - Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ pada Senin (23/6/2025) yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran. (https://english.khamenei.ir/)

Dalam surat yang diantarkan langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Selasa (3/3/2026) lalu, Megawati mengungkap adanya keterikatan ideologis yang dalam. 

Ia menegaskan bahwa mendiang Ayatollah Ali Khamenei adalah sosok yang sangat mengagumi pemikiran Proklamator RI, Ir. Soekarno.

"Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatollah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno," tulis Megawati dalam dokumen resmi tersebut.

Megawati memaparkan bahwa semangat Pancasila dan Dasasila Bandung telah menjadi salah satu referensi bagi Iran dalam merumuskan kemandirian bangsanya.

Sebaliknya, Megawati melihat dalam diri Khamenei terdapat gema semangat anti-kolonialisme dan tekad menolak dominasi global yang senada dengan marhaenisme.

Menolak Agresi, Menuntut Perdamaian

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut juga menjadi panggung bagi Megawati untuk menegaskan sikap politik luar negerinya.

Ia mengecam keras agresi militer sepihak yang menyebabkan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari lalu.

Megawati menekankan bahwa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak segala bentuk kekerasan bersenjata yang melanggar kedaulatan negara.

"Penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalan dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved