Iran Vs Amerika Memanas
Bulan Sabit Merah Iran Kena Dampak Serangan AS-Israel, Lebih dari 1.332 Warga Sipil Tewas
Tercatat 13 fasilitas pusat dan cabang Bulan Sabit Merah, serta beberapa pangkalan bantuan dan penyelamatan rusak hingga Selasa (10/3/2026).
Ringkasan Berita:
- Rangkaian serangan militer Amerika Serikat (AS) - Israel ke Iran juga berdampak pada infrastruktur tanggap darurat Bulan Sabit Merah Iran (IRCS).
- Tercatat 13 fasilitas pusat dan cabang Bulan Sabit Merah, serta beberapa pangkalan bantuan dan penyelamatan rusak hingga Selasa (10/3/2026).
- Selama operasi penyelamatan sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026), tujuh petugas penyelamat terluka, dan satu petugas penyelamat Bulan Sabit Merah gugur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rangkaian serangan militer Amerika Serikat (AS) - Israel ke Iran juga berdampak pada infrastruktur tanggap darurat Bulan Sabit Merah Iran (IRCS).
Dilansir dari Press TV Iran, tercatat 13 fasilitas pusat dan cabang Bulan Sabit Merah, serta beberapa pangkalan bantuan dan penyelamatan rusak hingga Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Israel Klaim Ada Kompleks Bunker Bawah Tanah Khamenei: Membentang 5 Km di Iran, Nilai Rp3 Triliun
Selama operasi penyelamatan sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026), tercatat tujuh petugas penyelamat terluka, dan satu petugas penyelamat Bulan Sabit Merah gugur.
Kepala organisasi kemanusiaan itu, Pir-Hossein Koulivand dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/3/2026), menyatakan saat ini tim penyelamat Bulan Sabit Merah, ambulans, dan kendaraan operasional bekerja sepanjang waktu di semua daerah yang terkena dampak.
Bulan Sabit Merah Iran di antaranya melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, transfer medis, perumahan darurat, dan distribusi kebutuhan pokok.
Ia juga menegaskan Bulan Sabit Merah Iran berkomitmen penuh mendukung rakyat dan akan melanjutkan operasi bantuannya hingga stabilitas dipulihkan.
16.191 Rumah Hancur
Koulivand juga menyatakan lebih dari 19.000 unit fasilitas sipil di seluruh negeri telah rusak akibat serangan udara militer AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) itu.
Dia mengatakan berdasarkan penilaian awal, total 19.734 unit sipil telah rusak di seantero negeri.
Jumlah itu, kata dia, termasuk 16.191 unit perumahan, 3.384 unit komersial, 77 pusat farmasi dan medis, dan 69 unit sekolah.
Dia mengatakan operasi perbantuan saat ini sedang berlangsung dengan maksimal untuk membantu mereka yang terkena dampak di seluruh negeri.
Dia juga menyoroti respons cepat dari tim darurat yang mampu mencapai lokasi kejadian dalam waktu kurang dari empat menit.
"Sejumlah besar orang yang terluka telah diselamatkan dari bawah reruntuhan dan diangkut ke fasilitas medis," kata dia dilansir dari Press TV Selasa (10/3/2026).
Koulivand juga menyatakan perempuan dan anak-anak di bawah usia 12 tahun turut menjadi korban serangan.