Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Balas Serangan AS-Israel, Hacker Pro-Iran Serang Raksasa Medis AS Stryker, Klaim Rampas 50 TB Data

Kelompok peretas terkait Iran menyerang jaringan Stryker dan mengklaim mencuri 50 TB data sebagai balasan konflik AS-Israel.

Ringkasan Berita:
  • Kelompok peretas terkait Iran mengklaim menyerang jaringan perusahaan perangkat medis AS, Stryker.
  • Peretas bernama Handala menyebut berhasil mencuri sekitar 50 terabyte data sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.
  • Stryker mengonfirmasi terjadi gangguan jaringan global, namun menyatakan tidak menemukan bukti adanya ransomware atau malware.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok hacker atau peretas pro-Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan perangkat medis Amerika Serikat, Stryker.

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 170 orang, termasuk banyak siswi sekolah di kota Minab.

Dilansir dari Al Jazeera, kelompok peretas bernama Handala mengaku berhasil mencuri sekitar 50 terabyte data dari sistem perusahaan tersebut.

Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut operasi siber tersebut sebagai “awal babak baru dalam perang siber.”

Klaim Balasan atas Serangan di Minab

Kelompok Handala mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap sekolah di Minab, Iran selatan.

Investigasi Unit Investigasi Digital Al Jazeera terhadap citra satelit menunjukkan sekolah tersebut kemungkinan besar menjadi target serangan secara sengaja.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, UNICEF: Lebih dari 1.100 Anak Dilaporkan Terluka, Tewas danJutaan Tak Sekolah

Enam senator senior dari Partai Demokrat di Amerika Serikat juga menyerukan penyelidikan atas serangan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengaku terkejut dengan insiden yang menewaskan ratusan warga tersebut.

Jaringan Global Stryker Terganggu

Gangguan jaringan dilaporkan terjadi tak lama setelah tengah malam waktu Pantai Timur AS.

Serangan itu menyebabkan perangkat berbasis Windows yang terhubung ke jaringan Stryker, termasuk laptop dan ponsel, tidak dapat diakses.

Melansir Reuters, Stryker mengonfirmasi adanya gangguan jaringan global pada sistem Microsoft mereka akibat serangan siber.

Perusahaan tersebut menyatakan tidak menemukan indikasi adanya ransomware atau malware dan meyakini insiden itu telah berhasil dikendalikan.

Sejumlah staf perusahaan juga melaporkan bahwa logo kelompok Handala muncul di halaman login sistem perusahaan.

Stryker dan Klaim Serangan Lain

Didirikan di Kalamazoo, Michigan, Stryker merupakan salah satu perusahaan teknologi medis terbesar di dunia dengan sekitar 56.000 karyawan.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Iran di Teluk, Resolusi Didukung 135 Negara

Perusahaan itu mencatat pendapatan lebih dari 25 miliar dolar AS pada 2025 dan produknya digunakan oleh lebih dari 150 juta pasien setiap tahun di 61 negara.

Menurut laporan Agence France-Presse, kelompok Handala juga mengklaim melakukan serangan terhadap perusahaan pembayaran elektronik Verifone.

Namun Verifone menyatakan tidak menemukan bukti gangguan pada sistem mereka dan layanan kepada klien tetap berjalan normal.

Ancaman Perang Siber

Serangan ini terjadi ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat konflik Iran dengan AS dan Israel.

Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran bahkan disebut telah mempublikasikan daftar perusahaan teknologi Amerika seperti Google, Microsoft, dan Nvidia sebagai target potensial berikutnya.

Analis keamanan siber dari Check Point menyebut kelompok Handala sebagai salah satu kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran dan telah lama dipantau aktivitasnya.

Laporan dari tim intelijen keamanan Google juga mencatat kelompok tersebut sering melakukan operasi peretasan, pembocoran data, hingga kampanye doxxing untuk menciptakan ketakutan dan ketidakpastian di ruang digital.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved