Iran Vs Amerika Memanas
Israel Bombardir Pos Basij di Teheran, Paramiliter Iran Jadi Sasaran, Keamanan Diperketat
Israel membombardir pos Basij di Teheran di tengah konflik dengan Iran dan AS. Serangan drone menewaskan anggota paramiliter, situasi kian tegang.
Ringkasan Berita:
- Israel membombardir pos pemeriksaan paramiliter Basij di Teheran di tengah memanasnya konflik dengan Iran dan Amerika Serikat.
- Serangan drone dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah anggota Basij, sementara otoritas Iran meningkatkan patroli serta memperketat kontrol keamanan.
- Kedua pihak memperkirakan perang dapat berlangsung berminggu-minggu, dengan ancaman balasan dan penolakan negosiasi dari Teheran.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran semakin panas.
Terbaru, Israel membombardir sejumlah pos pemeriksaan paramiliter Basij di Teheran.
Serangan drone mematikan dilaporkan menghantam pos pemeriksaan bersenjata berat sejak pertengahan pekan, menewaskan dan melukai sejumlah anggota Basij.
Salah satu korban tewas adalah komandan lokal Morteza Darbari yang gugur saat bertugas di Distrik 15 bagian tenggara ibu kota Iran.
Media pemerintah Iran juga menayangkan pemakaman anggota Basij lainnya, Mohammad-Hossein Kouchaki, yang disebut tewas dalam serangan pesawat tak berawak di timur laut Teheran.
Dalam prosesi tersebut, keluarga dan rekan-rekannya bersumpah akan membalas serangan yang diklaim dilakukan oleh Israel.
Militer Israel mengonfirmasi tanggung jawab atas serangan drone tersebut dan menyebut operasi itu sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan aparat keamanan domestik Iran.
Taktik Baru Israel Targetkan Aparat Keamanan
Selain di Teheran, sejumlah pos pemeriksaan serta fasilitas keamanan milik Basij, IRGC, dan kepolisian di berbagai wilayah Iran dilaporkan turut menjadi sasaran serangan.
Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mengurangi kemampuan pemerintah Iran dalam mengendalikan protes internal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: AS-Israel Bom Teheran Saat Jutaan Warga Iran Peringati Hari Al-Quds, Seorang Wanita Tewas
Otoritas Iran merespons serangan tersebut dengan meningkatkan patroli keamanan serta menerapkan rencana taktis baru untuk menghadapi pola serangan yang terus berkembang.
Pembatasan Internet dan Ancaman Terhadap Warga
Di tengah konflik yang memanas, pemerintah Iran memperketat pembatasan internet yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Kondisi ini membuat sebagian besar warga kesulitan mengakses informasi global dan bergantung pada media pemerintah atau koneksi alternatif.
Sejumlah laporan media Barat menyebut intelijen Israel sebagian diperoleh dari rekaman warga Iran yang mendokumentasikan lokasi pos pemeriksaan melalui media sosial.
Pemerintah Iran juga mengeluarkan ancaman keras terhadap warga yang dianggap mendukung pihak asing atau terlibat dalam aksi anti-pemerintah.
Konflik Diperkirakan Berlangsung Lebih Lama
Tokoh oposisi Reza Pahlavi menyerukan warga Iran untuk bersiap menghadapi masa transisi politik dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer akan terus berlanjut dan menilai rezim Iran pada akhirnya dapat runtuh, meski tidak dalam waktu dekat.
Baca juga: Kedubes Iran Gelar Doa Bersama Untuk 175 Siswi Korban Serangan AS-Israel: Ini Kejahatan Perang
Sementara itu, pejabat militer Iran menegaskan tidak ada prospek negosiasi dalam waktu dekat, dan kedua pihak memperkirakan konflik dapat berlangsung selama beberapa minggu ke depan.
Situasi ini semakin memperburuk ketegangan regional di Timur Tengah serta meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.