Iran Vs Amerika Memanas
Beredar Rekaman Detik-Detik Mojtaba Selamat dari Serangan Israel yang Tewaskan Ali Khamenei
Audio bocor ungkap Mojtaba Khamenei lolos dari serangan yang tewaskan Ali Khamenei, kini dirawat di Moskow
Putra lain Ali Khamenei, Mostafa Khamenei, dilaporkan selamat tanpa luka bersama istrinya.
Hingga kini, keberadaan Mojtaba Khamenei masih menjadi tanda tanya karena belum pernah muncul ke publik sejak konflik memanas.
Spekulasi pun berkembang terkait kondisi kesehatannya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah Mojtaba masih hidup.
“Kami belum melihatnya sama sekali. Kami tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak,” ujar Trump kepada wartawan.
Situasi ini semakin memperkeruh ketegangan di kawasan, sekaligus memunculkan berbagai spekulasi global mengenai stabilitas kepemimpinan Iran pasca serangan tersebut.
Baca juga: Seusai Serangan Mematikan di Teheran, Mojtaba Khamenei Diam-Diam Terbang ke Moskow untuk Operasi
Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dievakuasi Diam-Diam ke Moskow
Mojtaba Khamenei, dilaporkan dievakuasi secara rahasia ke Moscow untuk menjalani perawatan medis setelah mengalami luka dalam serangan Israel yang didukung Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Informasi tersebut diungkap sumber senior Iran yang dikutip media Kuwait Al Jarida dan dilaporkan oleh Kyiv Post. Disebutkan, Mojtaba mengalami cedera sejak hari pertama serangan dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Sejak konflik memanas, Mojtaba Khamenei belum pernah muncul ke publik. Hal ini memicu spekulasi luas terkait kondisi kesehatannya.
Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, kepada media Inggris The Guardian mengungkap bahwa Mojtaba mengalami luka pada kaki, tangan, dan lengan dalam serangan yang juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.
“Saya mendengar dia mengalami luka di kaki, tangan, dan lengan. Saya kira dia dirawat di rumah sakit karena cedera tersebut,” ujarnya.
Sumber lain dari CNN menyebut Mojtaba mengalami patah kaki, memar di sekitar mata kiri, serta luka ringan di wajah.
Meski demikian, pemerintah Iran tidak membantah kabar tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, menyatakan kondisi pemimpin tertinggi itu stabil.
“Ia memang terluka, tetapi dalam kondisi baik. Saya belum tahu kapan ia akan menyampaikan pidato pertamanya,” katanya dalam wawancara dengan media Italia.