Iran Vs Amerika Memanas
Israel Klaim Ali Larijani dan Komandan Basij Soleimani Tewas dalam Serangan Terpisah di Teheran
Israel klaim Larijani dan komandan Basij tewas dalam serangan di Teheran, menandai eskalasi konflik dan pukulan bagi keamanan Iran
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL - Militer Israel mengklaim telah menewaskan pejabat senior Iran, Ali Larijani, dalam serangan yang menyasar sebuah rumah persembunyian di Teheran.
Kematian Larijani disebut terjadi hanya beberapa hari setelah ia tampil di hadapan publik di ibu kota Iran.
Dalam pernyataan pada Selasa, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut operasi tersebut turut dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Israel.
Larijani, yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menjadi target serangan semalam.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi maupun konfirmasi terkait status Soleimani.
Secara terpisah, militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Gholamreza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij, bersama wakilnya Qasim Qureshi dalam serangan lain di Teheran.
Baca juga: Seusai Serangan Mematikan di Teheran, Mojtaba Khamenei Diam-Diam Terbang ke Moskow untuk Operasi
Menurut IDF, serangan dilakukan berdasarkan intelijen yang akurat, dengan Soleimani diketahui telah memimpin Basij selama enam tahun terakhir.
Basij merupakan bagian dari aparat keamanan internal di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps dan berperan penting dalam meredam aksi protes di dalam negeri.
Pasukan ini kerap terlibat dalam operasi penindakan terhadap demonstrasi, termasuk dalam gelombang protes terbaru di Iran.
Selain itu, laporan menyebut Israel juga menyerang kompleks bawah tanah di kota Qom yang diduga menjadi lokasi sejumlah tokoh senior kelompok Islamic Jihad.
Di antara target yang disebut berada di lokasi tersebut adalah Akram al-Ajouri dan Mohammed al-Hindi, meski belum ada konfirmasi resmi terkait korban jiwa.
Kepala Staf militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi terbaru telah menghasilkan pencapaian kontraterorisme yang signifikan dan berpotensi memengaruhi jalannya konflik secara lebih luas.
“IDF terus beroperasi dengan kekuatan terhadap berbagai target di Iran, termasuk elemen Garda Revolusi dan mekanisme keamanan rezim,” ujar Zamir.
Militer Israel menyebut operasi ini sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas yang menargetkan kepemimpinan Iran, infrastruktur militer, serta kelompok-kelompok yang berafiliasi di kawasan.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi maupun konfirmasi terkait status Soleimani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/israekeeeee.jpg)