Iran Vs Amerika Memanas
Kapal Perang AS Lewat Selat Malaka Angkut Ribuan Marinir
Kapal-kapal Angkatan Laut AS sering berlayar dengan transponder AIS dimatikan.
Ringkasan Berita:
- Sebuah kapal perang AS membawa marinir dan pelaut ke Timur Tengah sedang mendekati Selat Malaka di lepas pantai Singapura.
- Kapal-kapal Angkatan Laut AS sering berlayar dengan transponder AIS dimatikan.
- Wall Street Journal melaporkan bahwa Marinir tambahan dari AS akan diangkut oleh kapal Tripoli ke Timur Tengah.
- Komando Pusat AS mengatakan bahwa sekitar 50.000 tentara AS sudah berada di Timur Tengah sebagai bagian dari perang melawan Iran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang diyakini membawa marinir dan pelaut ke Timur Tengah sedang mendekati Selat Malaka di lepas pantai Singapura.
Demikian data pelacakan maritim AIS pada Selasa (17/3/2026) seperti dikutip CNN.
Kapal serbu amfibi USS Tripoli mendekati Singapura, di tepi barat daya Laut China Selatan, Selasa pagi.
Kapal-kapal Angkatan Laut AS sering berlayar dengan transponder AIS dimatikan.
Mengungkapkan posisi mereka saat melintasi area dengan lalu lintas maritim yang padat, seperti perairan di sekitar Singapura, memungkinkan operasi yang lebih aman.
Marinir tambahan ke Timur Tengah
Wall Street Journal melaporkan bahwa Marinir tambahan dari AS akan diangkut oleh kapal Tripoli ke Timur Tengah.
Marinir tersebut berasal dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (MEU) yang berbasis di Okinawa, sebuah pasukan respons cepat yang terdiri dari 2.200 personel.
Departemen Pertahanan AS Pentagon telah memerintahkan unit tersebut untuk dikerahkan ke Timur Tengah, menurut tiga pejabat yang mengetahui rencana tersebut.
Komando Pusat AS mengatakan bahwa sekitar 50.000 tentara AS sudah berada di Timur Tengah sebagai bagian dari perang melawan Iran.
Para pejabat mengatakan kepada CNN bahwa unit tersebut dikirim ke Timur Tengah, tanpa mengungkapkan secara pasti di mana unit itu akan ditempatkan atau untuk apa unit itu akan digunakan.
Mengenal MEU Pasukan Marinir
MEU terdiri dari empat elemen yakni komando, pertempuran darat, pertempuran udara, dan pertempuran logistik.
MEU biasanya digunakan untuk misi seperti evakuasi dan operasi amfibi yang membutuhkan pergerakan dari kapal ke darat, seperti penggerebekan dan penyerangan.
Mereka juga memiliki komponen pertempuran darat dan udara, dan beberapa unit dilatih untuk operasi khusus.
Marinetraffic.com menampilkan jalur pergerakan "kapal perang AS yang tidak disebutkan jenisnya" yang berangkat dari Okinawa pada 11 Maret, melewati Laut Cina Selatan dan mendekati Singapura pada Selasa pagi dengan kecepatan sekitar 22 mph.
Berbasis di Sasebo, Jepang, Tripoli, yang panjangnya hampir 850 kaki dan bobotnya 45.000 ton, pada dasarnya ini adalah kapal induk kecil dan membawa pesawat tempur siluman F-35 dan pesawat angkut MV-22 Osprey serta kapal pendaratan untuk memindahkan pasukan ke darat.
Kapal ini merupakan kapal utama dalam kelompok siaga amfibi, yang biasanya mencakup kapal pengangkut amfibi USS New Orleans dan USS San Diego.
CNN tidak dapat mengkonfirmasi keberadaan kapal-kapal yang lebih kecil tersebut bersama Tripoli di situs pelacakan maritim pada hari Selasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kpal-pearang-as.jpg)