Minggu, 12 April 2026

PM Anwar Ibrahim Beberkan Bukti Hendak Digulingkan Zionis dari Kekuasaannya

Konspirasi tersebut melibatkan serangan terhadap “kredibilitas sistem dan lembaga” di Malaysia dan “sabotase pemerintah”.

Editor: Hasanudin Aco
Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, pada Senin, (27/1/2025) lalu. Saat ini Anwar sedang dihantam isu politik terkait kekuasannya. 

Ringkasan Berita:
  • Politik di Malaysia, negara serumpun Indonesia memanas.
  • Anwar Ibrahim menuduh adanya konspirasi Zionis untuk menggulingkan pemerintahannya dengan merusak demokrasi, yang melibatkan serangan terhadap lembaga-lembaga dan sabotase pemerintah.
  • Lembaga Anti-korupsi Malaysia MACC menghadapi tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
  • Aparat menyelidiki dugaan konspirasi itu dengan memeriksa sejumlah orang.

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR –  Aparat Malaysia memeriksa sejumlah orang terkait rencana menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dengan cara "merusak demokrasi" di negara tetangga Indonesia itu.

Menurut Datuk Seri Anwar, konspirasi tersebut melibatkan serangan terhadap “kredibilitas sistem dan lembaga” di Malaysia dan “sabotase pemerintah”.

Pada 3 Maret lalu, dia mengatakan kepada Parlemen bahwa sebuah firma humas "Zionis" menyebarkan laporan 'palsu'.

Termasuk artikel-artikel terbaru dari Bloomberg, yang menuduh adanya penyalahgunaan kekuasaan secara luas oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), terutama dalam memanipulasi keputusan perusahaan. 

Anwar Ibrahim merespon seruan memecat Azam Baki, Ketua MACC.

Dia lebih memilih gugus tugas internal yang dipimpin oleh Jaksa Agung Dusuki Mokhtar mengusut kasus itu, yang malah dituduh membuat keputusan yang bermotivasi politik. 

Zionis merupakan sebutan untuk individu atau kelompok yang mendukung Zionisme, sebuah gerakan nasionalis politik yang bertujuan mendirikan dan mendukung negara Yahudi di Palestina.

MACC dituduh melakukan apa?

Pada Februari, Bloomberg menerbitkan dua artikel, yang pertama merinci bagaimana Azam Baki melanggar batasan kepemilikan saham sebesar RM100.000 (Rp 430 juta) di perusahaan mana pun untuk pegawai negeri sipil. 

Portal berita lokal Malaysiakini juga menindaklanjuti dengan bukti lebih lanjut bahwa ia memiliki saham berlebihan di perusahaan lain. 

Mantan Menteri Perekonomian Rafizi Ramli mengklaim pada 13 Maret bahwa penyelidikan yang dipimpin Jaksa Agung menemukan bahwa kepala antikorupsi tersebut memiliki saham senilai RM14 juta di sembilan perusahaan.

Laporan Bloomberg kedua menuduh bahwa para petugas MACC menyalahgunakan wewenang mereka yang luas untuk berkolusi dengan para pengusaha sebagai bagian dari "mafia korporasi" untuk merebut kendali atas perusahaan-perusahaan bernilai jutaan dolar. 

Kedua tuduhan ini bukanlah hal baru.

Azam Baki pertama kali dituduh melakukan kepemilikan saham yang tidak wajar pada tahun 2021.

Sementara The Straits Times dan beberapa blog juga telah menyuarakan kekhawatiran atas klaim penyalahgunaan di MACC untuk memeras dan memanipulasi tokoh-tokoh perusahaan. 

Namun dibutuhkan salah satu perusahaan berita terbesar di dunia untuk menerbitkan laporan mendalam kepada kliennya di seluruh dunia untuk mengguncang lingkaran kekuasaan di Malaysia.

Apa yang diserukan oleh para kritikus MACC?

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved