Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.490, Zelenskyy Klaim Rusia Bantu Iran
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia bantu Iran dalam menghadapi serangan AS dan Israel, berdasarkan informasi intelijen Ukraina.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada 23 Maret, ia menyebut produksi massal dan pengiriman drone Shahed oleh Rusia ke Teheran berpotensi menimbulkan korban besar dan memperluas konflik.
Melnyk mengungkapkan bahwa Ukraina bahkan telah mengirim ratusan spesialis ke negara-negara Teluk untuk membantu menghadapi ancaman udara, termasuk mencegat drone buatan Iran.
Ia menilai langkah ini penting karena drone Shahed yang kini digunakan Iran justru diproduksi di Rusia berdasarkan lisensi dari Teheran.
Perwakilan tersebut mengatakan drone yang sama sebelumnya dikirim Iran ke Rusia sejak awal invasi 2022 untuk menyerang Ukraina, kini “berbalik arah” dan digunakan dalam konflik di Timur Tengah.
Menurut Melnyk, hal ini menunjukkan hubungan yang semakin erat dan berbahaya antara kedua negara.
Ia juga menuduh Moskow bukan hanya sekutu utama Iran, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung serangan terhadap infrastruktur sipil di kawasan Teluk.
Dukungan tersebut, kata Melnyk, mencakup pemberian intelijen seperti citra satelit yang membantu Iran menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Rusia disebut pernah mengirim helikopter serang ke Iran yang diduga melanggar pembatasan senjata PBB.
Melnyk pun menyebut hubungan militer antara Moskow dan Teheran sebagai “aliansi kejahatan” yang menjadi ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan global, lapor Suspilne.
Volodymyr Zelenskyy menyebut Ukraina memiliki bukti kuat bahwa Rusia terus menyalurkan intelijen kepada Iran.
Menurutnya, dukungan ini memperpanjang konflik di Timur Tengah dan memperburuk stabilitas global, termasuk sektor energi.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius yang harus segera dihentikan oleh komunitas internasional.
Sementara itu, Kremlin membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi tidak benar.
-
AS-Ukraina Genjot Dana Rekonstruksi, Target Investasi Capai 200 Juta Dolar
Pejabat tinggi Amerika Serikat mengunjungi Kyiv untuk membahas percepatan proyek dalam Dana Investasi Rekonstruksi AS-Ukraina.
Dana yang fokus pada sektor strategis seperti mineral, energi, dan teknologi ini ditargetkan mencapai 200 juta dolar pada akhir tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Volodymyr-Z3l3nskyy-253465346t34t34t4.jpg)