Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.490, Zelenskyy Klaim Rusia Bantu Iran
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia bantu Iran dalam menghadapi serangan AS dan Israel, berdasarkan informasi intelijen Ukraina.
Rusia berdalih langkah ini untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas sekaligus menahan ekspansi NATO.
Aksi tersebut menuai kecaman global. Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia dan memberikan bantuan militer serta finansial kepada Ukraina.
Sejak saat itu, perang Rusia–Ukraina menjadi salah satu konflik paling krusial di dunia dengan dampak luas di berbagai sektor global.
AS mengambil peran sebagai penengah dalam perundingan Ukraina dan Rusia yang bertujuan untuk mengakhiri perang, namun proses tersebut terhambat setelah AS menyerang Iran, yang menyebabkan fokus AS sedikit teralihkan dari Ukraina.
Hingga saat ini, perang masih berlanjut dan AS berupaya mendorong kedua negara untuk melanjutkan perundingan.
Perang Rusia dan Ukraina masih berlangsung dengan berbagai perkembangan dalam rangkuman berita di bawah ini:
-
Rusia Siapkan Basis Drone di Belarus, Zelenskyy Ancam Balasan Keras
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkap rencana Rusia membangun empat stasiun kendali drone jarak jauh di Belarus.
Ia menegaskan Ukraina akan memberikan respons tegas yang “akan terasa”, seraya menginstruksikan intelijen untuk memberi tahu sekutu Kyiv.
Zelenskyy juga mengingatkan bahwa dukungan Belarus sebelumnya telah memperparah dampak serangan Rusia sebelum Ukraina mengambil langkah balasan.
Hingga kini, Kementerian Luar Negeri Belarus belum memberikan tanggapan resmi, seperti diberitakan The Guardian.
-
Uni Eropa Desak Klarifikasi Hongaria, Diduga Bocorkan Rahasia ke Rusia
Uni Eropa menuntut penjelasan dari Hongaria setelah muncul tuduhan bahwa Menlu Peter Szijjarto membagikan informasi sensitif kepada Rusia.
Laporan media menyebut ia rutin berkomunikasi dengan Sergei Lavrov selama jeda pertemuan Uni Eropa.
Tuduhan ini memicu kemarahan di Brussels, terutama karena sikap Viktor Orbán yang dinilai dekat dengan Rusia.
Meski dibantah sebagai “berita palsu”, Jerman menilai isu tersebut sangat serius dan menegaskan pentingnya kerahasiaan dalam forum Uni Eropa.
Perwakilan Tetap Ukraina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Andriy Melnyk, menuding kerja sama militer antara Rusia dan Iran sebagai eskalasi berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Volodymyr-Z3l3nskyy-253465346t34t34t4.jpg)