Iran Vs Amerika Memanas
Siapa Handala? Kelompok Hacker Iran yang Sukses Retas Data Pribadi Bos FBI
Check Point Research melaporkan bahwa Handala Hack memiliki afiliasi terhadap MOIS bukan IRGC
Ringkasan Berita:
- Kelompok peretas Handala yang berafiliasi dengan Iran berhasil membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel, serta membocorkan foto-foto pribadinya dari tahun 2010 hingga 2019
- FBI mengonfirmasi insiden tersebut sembari menekankan bahwa data yang dicuri tidak mengandung informasi rahasia pemerintah AS
- Handala lahir pasca-serangan 7 Oktober 2023 dengan penjenamaan simbol perlawanan Palestina
- Peneliti siber mengidentifikasi mereka sebagai unit intelijen di bawah Kementerian Intelijen Iran (MOIS)
TRIBUNNEWS.COM – Kelompok peretas terafiliasi dengan Iran dilaporkan telah membobol data pribadi dari Direktur FBI, Kash Patel.
Organisasi peretas tersebut kemudian memublikasikan sejumlah foto pribadi sang direktur serta dokumen lainnya ke internet, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak peretas maupun biro federal tersebut pada Jumat (27/3/2026).
Melalui situs web resmi mereka, kelompok peretas bernama Handala Hack Team menyatakan bahwa Patel kini akan menemukan namanya di antara daftar korban yang telah diretas.
Para peretas juga mengunggah serangkaian foto pribadi yang menunjukkan Patel tengah menghirup dan menghisap cerutu, mengendarai mobil antik atap terbuka, hingga berpose di depan cermin dengan botol rum berukuran besar.
Pihak FBI telah mengonfirmasi bahwa email pribadi Patel memang menjadi sasaran peretasan tersebut.
Hal ini diutarakan juru bicara FBI Ben Williamson melalui pernyataan resminya.
“Kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi risiko potensial yang terkait dengan aktivitas ini.”
Williamson juga menambahkan bahwa data yang terlibat "bersifat historis dan tidak melibatkan informasi pemerintah."
Baca juga: IRGC Serang Pabrik Aluminium UEA-Bahrain, Iran Balas Serangan AS-Israel, Pasokan Global Terancam
Selain foto-foto pribadi Patel, para peretas juga memublikasikan sampel lebih dari 300 email yang menunjukkan campuran korespondensi pribadi dan pekerjaan yang berasal dari rentang waktu antara tahun 2010 hingga 2019.
Melansir dari Reuters, alamat Gmail pribadi yang diklaim telah dibobol oleh Handala juga cocok dengan alamat yang dikaitkan dengan Patel dalam pelanggaran data sebelumnya yang dicatat oleh firma intelijen Dark Web, District 4 Labs.
Sementara itu, pihak Google selaku penyedia layanan Gmail belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Strategi peretasan ini dinilai sebagai upaya untuk mempermalukan pejabat tinggi Amerika Serikat.
Gil Messing, kepala staf di perusahaan keamanan siber Israel, Check Point, menilai bahwa operasi hack-and-leak terhadap Patel adalah bagian dari strategi Iran untuk membuat AS merasa rentan.
Siapa Itu Handala?
Melansir dari Check Point Research, Handala yang dikenal dengan nama kode Handala_hack pertama kali muncul pada 18 Desember 2023, dengan meluncurkan saluran Telegram dan akun X/Twitter secara bersamaan.
Pemilihan waktu ini dilakukan secara sengaja; kelompok ini muncul beberapa minggu setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Handala Hack sendiri memposisikan diri mereka di dalam gelombang aktivitas peretas aktivis (hacktivist) pro-Palestina yang menyusul kemudian.
Nama Handala sendiri merujuk pada kartun ikonik bocah bertelanjang kaki yang diciptakan oleh kartunis politik Palestina, Naji al-Ali pada tahun 1969.
Kartun ikonik tersebut menjadi simbol keteguhan dan perlawanan yang citranya telah diadopsi sepenuhnya di seluruh penjenamaan (branding) Handala, mulai dari perusakan situs web hingga propaganda di Telegram.
Pada unggahan awal di saluran mereka, kelompok ini merujuk langsung pada Hamas dan mendeskripsikan diri mereka sebagai “pejuang kecil” dalam gerakan Hamas sebelum akhirnya beralih ke pesan anti-Israel yang lebih luas.
Baca juga: Media Israel Haaretz: 8 dari 10 Rudal yang Diluncurkan Iran Berhasil Menghantam Target
Penjenamaan ini dilakukan secara konsisten dan sengaja, dirancang untuk menghasilkan resonansi emosional dan membangun kredibilitas di dalam ekosistem peretas aktivis pro-Palestina.
Selama setahun terakhir, identitas asli di balik kelompok peretas ini mulai terungkap dengan jelas.
Laporan dari Check Point Research menyebutkan bahwa Handala Hack memiliki hubungan dengan Kementerian Intelijen Iran (MOIS), bukan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Afiliasi ini merupakan perbedaan penting yang memisahkan Handala dari operasi hacktivist Iran lainnya seperti CyberAv3ngers.
Beberapa analisis mendeskripsikan Handala sebagai salah satu persona Iran yang paling terlihat aktif dalam fase konflik saat ini, dan investigasi independen telah berulang kali menunjukkan adanya keterkaitan dengan struktur MOIS.
Baca juga: Serangan Udara Guncang Irak, 5 Tewas di Kirkuk dan Mosul saat Konflik AS-Israel vs Iran Meluas
(Tribunnews.com/Bobby)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.