Sabtu, 18 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang

Meski pilot kedua bisa diselamatkan, Amerika mengalami kerugian besar karena mereka menghancurkan sendiri pesawat mereka.

Foto dok: AFP
BURU PILOT AS - Anggota Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC-QF) dalam sebuah misi operasi. Personel elite militer Iran ini dilaporkan dikerahkan untuk mencari pilot Amerika yang pesawat F-15E-nya ditembak jatuh sistem pertahanan udara Iran. 

Namun, helikopter mampu menyelesaikan misinya dan kembali dengan selamat, membuat insiden yang terjadi di Somalia pada 1993 -juga di misi penyelamatan personel AS di garis musuh, bisa dielakkan. 

Wall Street Journal juga mengutip sumber yang mengatakan bahwa pasukan AS menggunakan drone untuk menyerang warga Iran yang mendekati pilot sebelum ia diselamatkan.

JET AS - Jet Marinir Amerika Serikat (AS) mendekati formasi ke Bandara José Aponte de la Torre di Ceiba, Puerto Rico, pada 13 September 2025. AS mengerahkan kekuatan besar di kawasan Karibia dalam dalih perang melawan narkoba dengan targetnya adalah Venezuela.
JET AS - Jet Marinir Amerika Serikat (AS) mendekati formasi ke Bandara José Aponte de la Torre di Ceiba, Puerto Rico, pada 13 September 2025. AS mengerahkan kekuatan besar di kawasan Karibia dalam dalih perang melawan narkoba dengan targetnya adalah Venezuela. (Foto oleh Miguel J. Rodriguez/Angkatan Laut AS)

Omong Kosong Trump Soal Kontrol Absolut Wilayah Udara Iran

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melalui platform "Truth Social" miliknya menggambarkan operasi tersebut sebagai "salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah Amerika,".

Trump menekankan bahwa petugas "pejuang pemberani" itu selamat dan sekarang sedang menerima perawatan.

Trump dan anggota senior timnya mengikuti detail operasi tersebut dari waktu ke waktu dari Ruang Situasi Gedung Putih, pada saat Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan jatuhnya sebuah pesawat tak berawak Amerika di selatan Isfahan yang ikut serta dalam upaya pencarian.

Operasi ini menimbulkan pertanyaan tentang pernyataan sebelumnya dari Departemen Perang (Pentagon) mengenai "kontrol absolut" atas wilayah udara Iran.

Perlu dicatat, ini adalah pertama kalinya pesawat berawak Amerika ditembak jatuh oleh tembakan musuh sejak dimulainya kampanye militer terbaru pada 28 Februari.

Kerugian Amerika

Menurut New York Times, operasi tersebut bukannya tanpa kerugian materiil, karena pasukan Amerika terpaksa meledakkan dua pesawat angkut yang mengalami kerusakan selama operasi di pangkalan sementara di dalam Iran, untuk memastikan kalau teknologi mereka tidak jatuh ke tangan pasukan Iran, sebelum semua pasukan khusus meninggalkan wilayah udara Iran.

Prosedur ini dilaporkan media Iran, Tasnim mengutip sumber militer Iran, kalau pasukan AS "berusaha membunuh pilot mereka" setelah kehilangan harapan untuk menemukannya.

Sumber tersebut menambahkan, menurut kantor berita itu, bahwa pasukan AS "membombardir daerah-daerah di mana pilot yang hilang kemungkinan berada" di barat daya negara itu.

Sementara itu, Garda Revolusi mengumumkan bahwa mereka menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Amerika tadi malam di selatan Isfahan, yang menurut mereka membantu dalam pencarian pilot Amerika tersebut.

Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa dua helikopter Black Hawk yang terlibat dalam operasi pencarian terkena tembakan Iran, tetapi berhasil keluar dari wilayah udara Iran.

Dalam insiden terpisah, para pejabat melaporkan bahwa sebuah jet tempur A-10 Warthog tertembak dan jatuh di atas Kuwait, dan pilot berhasil melontarkan diri.

Jenis cedera yang dialami oleh awak pesawat belum jelas.

 

 

(oln/khbrn/axs/rtrs/*)

 

 
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved