5 Populer Internasional: Drama Evakuasi Pilot F-15E - Iran Abaikan Ultimatum Trump
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Pilot F-15E Amerika Serikat berhasil diselamatkan setelah sempat hilang di wilayah Iran.
4. Kekuatan Rudal Iran Bikin AS Terkejut, Tak Tumbang meski Dibombardir 11.000 Kali
Kemampuan militer Iran kembali menjadi sorotan setelah laporan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa sistem rudal Teheran masih tetap berfungsi dengan baik, meski telah dihantam serangan.
Temuan ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan pejabat pertahanan AS karena dinilai bertolak belakang dengan klaim publik pemerintah mengenai keberhasilan operasi militer.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, sebelumnya menyatakan bahwa serangan yang dilakukan telah menurunkan aktivitas militer Iran secara signifikan.
Ia mengklaim serangan rudal dan drone Iran menurun hingga 90 persen, sementara sebagian besar fasilitas produksinya disebut mengalami kerusakan serius.
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menilai berkurangnya jumlah peluncuran rudal sebagai bukti keberhasilan operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya.
Namun, laporan intelijen yang dikutip dari The New York Times justru memberikan gambaran berbeda.
Para pejabat intelijen menyebut bahwa Iran masih mampu mengoperasikan sebagian besar sistem rudalnya.
Sehingga peluncur rudal bisa kembali digunakan hanya dalam hitungan jam meski AS dan sekutunya melancarkan serangan besar-besaran sebanyak 11.000 kali dalam kurun waktu lima minggu terakhir.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa kemampuan militer Iran tidak mudah dilumpuhkan, sekaligus menggambarkan kompleksitas operasi di lapangan yang jauh lebih rumit dari perkiraan awal.
5. Ultimatum Trump Diabaikan, Iran Tegaskan Siap Hadapi 'Neraka' dari Amerika
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat tajam setelah pemerintah Teheran secara terbuka menolak ultimatum 48 jam yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump.
Adapun ultimatum yang dilontarkan Trump berisi tuntutan agar Iran segera mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, atau menghadapi konsekuensi militer yang lebih besar.
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (4/4/2026).
Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melayangkan ultimatum 48 jam kepada Iran tidak muncul secara tiba-tiba.