Iran Vs Amerika Memanas
Bayang-Bayang PHK Massal Menghantui Buruh Indonesia Imbas Perang AS-Israel VS Iran
Perang Amerika Serikat, Israel vs Iran picu lonjakan minyak dan ancaman PHK di Indonesia akibat tekanan energi global.
"Kalau ada mobil impor yang dari India tadi dikerjakan di Indonesia maka akan memperpanjang kontrak juga menambah tenaga kerja yang baru. Itulah maksudnya," ujarnya.
"Di tengah ancaman perang ini, ancaman PHK akan terjadi besar-besaran dalam tiga bulan ke depan yang kami mendapatkan informasi tersebut," lanjut Iqbal.
Bagi Iqbal dengan kebijakan impor itu, pemerintah mungkin bisa mendapatkan biaya yang sedikit lebih rendah.
Namun menurutnya, soal penyerapan tenaga kerja juga perlu diperhatikan.
"Kalau harganya lebih tinggi sedikit enggak ada masalah kan penyerapan tenaga kerja," pungkasnya.
Situasi Terkini di Selat Hormuz
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan situasi di Selat Hormuz telah mengalami perubahan strategis yang tidak dapat diubah dan tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya khususnya bagi Amerika Serikat dan rezim Israel.
Dilansir dari Press TV pada Minggu (5/4/2026), pasukan militer Iran tengah menyelesaikan persiapan operasional untuk tatanan keamanan baru di wilayah Teluk Persia.
Komando Angkatan Laut IRGC menyatakan era hegemoni asing atas jalur air internasional yang penting tersebut telah berakhir dalam pernyataan resmi pada Minggu (5/4/2026) lewat akun X.
Angkatan Laut IRGC juga menekankan perkembangan regional baru-baru ini telah menciptakan realitas baru di mana kekuatan ekstra-regional yang dipimpin oleh AS tidak lagi dapat mendikte persyaratan atau memproyeksikan pengaruh tanpa batas di lingkungan maritim Iran.
Mereka juga menyatakan Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi AS dan rezim Israel.
Angkatan Laut IRGC juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk mempertahankan kedaulatannya dan keamanan Teluk Persia terhadap campur tangan yang dapat menggoyahkan stabilitas.
Baca juga: AS Babak Belur! Biaya Perang Melawan Iran Membengkak, Kerugian Militer Capai Miliaran Dolar
Harga Minyak Dunia Terkini
Harga minyak dilaporkan melonjak pada hari perdagangan pertama pekan ini usai Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran.
Lewat akun Truth Social-nya, Trump mengatakan jika Iran tidak membuka Selat Hormuz pada Selasa (7/4/2026), AS akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
Dilansir dari Businessinsider.com, harga minyak mentah Brent sempat melonjak 2,6 persen sebelum kemudian turun dan diperdagangkan 0,7 persen lebih tinggi pada USD109,65 per barel pada pukul 00:02 dini hari Waktu Timur (ET) pada Senin (6/4/2026).
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat turun 0,3 persen menjadi USD111,17 setelah sempat naik hingga 3,5 persen menjadi USD115,48 per barel.
Disebutkan, penutupan Selat Hormuz dan guncangan terkait perang lainnya telah menghancurkan ekonomi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-PHK-1.jpg)