Iran Vs Amerika Memanas
Iran Pasang Syarat! Hormuz Dibuka jika Ganti Rugi Perang Dibayar
Iran tak akan buka Hormuz tanpa kompensasi perang. Ancaman meluas ke Laut Merah, jalur energi global terancam, risiko krisis ekonomi dunia kian nyata.
Ia menegaskan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel meningkatkan serangan militer, maka jalur pelayaran penting di luar Selat Hormuz juga berpotensi menjadi sasaran.
Salah satu titik yang disebut berisiko adalah Selat Bab al-Mandab, pintu masuk utama menuju Laut Merah yang menghubungkan jalur perdagangan global ke Terusan Suez.
Jalur ini merupakan salah satu rute vital distribusi energi dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Ancaman terhadap kawasan Laut Merah memperluas dimensi konflik yang sebelumnya terfokus di Teluk Persia.
Para pengamat menilai, jika jalur Bab al-Mandab turut terganggu, maka tekanan terhadap rantai pasok global akan semakin besar, mengingat jalur ini menjadi penghubung utama antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Di sisi lain, pernyataan keras juga datang dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam unggahannya di media sosial, ia menegaskan bahwa tindakan militer yang disebutnya sebagai “kejahatan perang” tidak akan menghasilkan solusi.
Ghalibaf menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah dengan menghormati hak-hak rakyat Iran serta menghentikan eskalasi yang dinilai berbahaya.
Ia juga memperingatkan bahwa langkah-langkah yang dianggap ceroboh dapat memicu konflik yang lebih luas dan berpotensi “membakar seluruh kawasan”.
Pernyataan ini mempertegas posisi Iran yang siap merespons setiap peningkatan tekanan militer dengan langkah yang lebih luas secara geografis.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung kini berpotensi meluas melampaui satu wilayah strategis, dan dapat mengancam beberapa jalur utama perdagangan global sekaligus.
Jika situasi terus memburuk, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
(Tribunnews.com / Namira)