Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Jelang Deadline Serangan Total AS ke Iran, Arab Saudi Tutup Jembatan ke Bahrain

Penutupan jembatan Arab Saudi ke Bahrain ini karena adanya peringatan keamanan yang mengindikasikan kemungkinan serangan

Tayang:
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
TARGET SERANGAN - Otoritas Arab Saudi mengumumkan penutupan sementara Jembatan King Fahd, yang menghubungkan Kerajaan Arab Saudi dengan Kerajaan Bahrain. Penutupan karena adanya peringatan keamanan yang mengindikasikan kemungkinan serangan Iran. 

Jelang Deadline Serangan Total AS ke Iran, Arab Saudi Tutup Jembatan ke Bahrain

TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Arab Saudi mengumumkan penutupan sementara Jembatan King Fahd.

Jembatan utama ini menghubungkan wilayah Kerajaan Saudi dengan Kerajaan Bahrain.

"Penutupan karena adanya peringatan keamanan yang mengindikasikan kemungkinan serangan," tulis laporan Khbrn, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Uni Emirat Arab Gabung AS dalam Perang Lawan Iran? Mau Buka Paksa Blokade Selat Hormuz

Otoritas Jembatan King Fahd menyatakan:

"Sehubungan dengan peringatan yang dikeluarkan oleh Platform Peringatan Dini Nasional di Provinsi Timur selama beberapa jam terakhir, lalu lintas kendaraan di Jembatan King Fahd telah ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan."

Penutupan jembatan ini terjadi saat dunia menantikan berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz pada pukul 03.00 pagi Rabu.

Presiden AS mengatakan bahwa "gerbang neraka" akan terbuka bagi Iran jika negara itu tidak mematuhi tenggat waktu, dan bahwa ia akan mengembalikannya ke "Zaman Batu".

Jembatan yang dibuka pada tahun 1986 ini memiliki panjang sekitar 25 km dan lebar 23 meter.

Jembatan ini dimulai di sebelah selatan kota Al-Khobar di Provinsi Timur Arab Saudi dan berakhir di desa Al-Jasra di Bahrain.

Iran menyatakan, akan melancarkan serangan balasan jika agresi apa pun terjadi ke negaranya.

Negara-negara Arab yang menjadi sekutu AS, termasuk Arab Saudi, menjadi sasaran serangan Iran yang menyatakan itu sebagai respons balasan atas serangan AS dan Israel.

LEBIH PRESISI - Peluncuran rudal Sejjil milik Iran. Rudal balistik berbahan bakar padat ini dilaporkan mendapatkan penyempurnaan dengan sistem panduan satelit navigasi BeiDou China.
LEBIH PRESISI - Peluncuran rudal Sejjil milik Iran. Rudal balistik berbahan bakar padat ini dilaporkan mendapatkan penyempurnaan dengan sistem panduan satelit navigasi BeiDou China. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Cegat Tujuh Rudal Balistik 

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki al-Maliki, pada Selasa mengumumkan pencegatan dan penghancuran tujuh rudal balistik yang diluncurkan ke arah Provinsi Timur Kerajaan.

Cegatan itu menghasilkan puing-puing rudal yang berjatuhan di dekat fasilitas energi.

Al-Maliki menyatakan bahwa pertahanan udara Saudi berhasil mencegat rudal-rudal balistik tersebut, dan menambahkan bahwa tim khusus terus menilai kerusakan yang disebabkan oleh puing-puing di dekat fasilitas energi.

Para pengguna media sosial menyebarkan rekaman yang menunjukkan sebuah rudal Iran jatuh di kawasan industri Jubail di Arab Saudi bagian timur, yang menegaskan luasnya eskalasi di wilayah tersebut, tanpa adanya pernyataan resmi tentang kerugian yang dialami.

Hal ini terjadi di saat perang AS-Israel di Iran berlanjut selama tiga puluh sembilan hari berturut-turut, dengan saling serang rudal dan pesawat tak berawak yang terus memengaruhi beberapa negara Teluk.

Arab Saudi sebelumnya telah mengumumkan pencegatan rudal dan drone Iran, menegaskan kesiapannya untuk menghadapi ancaman apa pun terhadap Kerajaan.

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved