Iran Vs Amerika Memanas
Di Balik Gencatan Senjata AS-Iran, Peran Kunci Mojtaba Khamenei Membuat Keputusan Akhir
Iran dan AS mencapai kesepakatan gencatan senjata dua minggu di menit-menit akhir dengan peran kunci Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Pada Selasa siang, muncul kebulatan suara bahwa kesepakatan akan segera tercapai.
Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mempublikasikan syarat-syarat kesepakatan gencatan senjata di X dan menyerukan kedua belah pihak untuk menerimanya.
Trump pun menyetujui tawaran tersebut.
"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," tulis Trump di media sosial.
Ia kemudian berbicara dengan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir untuk menyelesaikan kesepakatan.
Sharif juga mengundang delegasi Iran dan AS untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat.
Pasukan AS menerima perintah untuk menghentikan serangan 15 menit setelah unggahan Trump.
Araghchi kemudian menyatakan Iran akan mematuhi gencatan senjata tersebut.
Untuk sementara, situasi tampak kondusif.
"Gencatan Senjata Tidak Mencakup Hizbullah/Lebanon"
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung keputusan AS, tetapi menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata dua minggu tersebut, dilaporkan Al Jazeera.
Militer Israel menyatakan telah menghentikan serangan terhadap Iran sesuai arahan politik, setelah AS mengumumkan gencatan senjata.
Namun di Lebanon, militer Israel menyebut operasinya terhadap Hizbullah tetap berlanjut.
Menurut Samir Puri, dosen tamu studi perang di King's College London, posisi Israel tersebut kemungkinan telah dikoordinasikan dengan AS.
“Jika Israel mengatakan gencatan senjata tidak mencakup Lebanon, sementara Iran dalam negosiasi berikutnya menuntut sebaliknya, hal itu bisa menekan hubungan Iran dengan Hizbullah,” ujarnya.
Ia menilai Iran kemungkinan akan diminta menyetujui pengecualian Lebanon sebagai syarat berlakunya gencatan senjata.