Iran Vs Amerika Memanas
Di Balik Gencatan Senjata AS-Iran, Peran Kunci Mojtaba Khamenei Membuat Keputusan Akhir
Iran dan AS mencapai kesepakatan gencatan senjata dua minggu di menit-menit akhir dengan peran kunci Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Para mediator akhirnya memperoleh persetujuan AS atas proposal gencatan senjata dua minggu yang diperbarui pada Senin malam.
Keputusan akhir kemudian berada di tangan Khamenei, yang belum muncul di depan publik sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Axios melaporkan bahwa Khamenei terlibat aktif dalam proses tersebut pada Senin dan Selasa.
Menghadapi ancaman pembunuhan dari Israel, Khamenei lebih banyak berkomunikasi melalui pihak ketiga yang menyampaikan pesan tertulis.
Persetujuannya kepada para negosiator untuk mencapai kesepakatan menjadi terobosan penting, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber anonim.
Araghchi juga memainkan peran kunci, baik dalam negosiasi maupun dalam meyakinkan para komandan Garda Revolusi untuk menerima kesepakatan.
China juga disebut menyarankan Iran untuk mencari jalan keluar.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Khamenei.
Semua keputusan besar selama dua hari negosiasi intensif tersebut melalui dirinya.
"Tanpa lampu hijau darinya, tidak akan ada kesepakatan," tulis Axios mengutip sumber regional.
Pada Selasa pagi, terlihat jelas bahwa kemajuan sedang dicapai.
Namun, hal itu tidak menghentikan Trump untuk mengeluarkan ancaman keras: "Seluruh peradaban akan mati malam ini."
Di tengah laporan yang saling bertentangan dari sejumlah media AS bahwa Iran menghentikan pembicaraan, sumber yang terlibat dalam negosiasi mengatakan kepada Axios bahwa hal itu tidak benar.
Wakil Presiden JD Vance berkomunikasi melalui telepon dari Hongaria, terutama dengan pihak Pakistan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus berkomunikasi sepanjang hari dengan Trump dan timnya, meskipun pihak Israel mulai khawatir kehilangan kendali atas proses tersebut.