Iran Vs Amerika Memanas
Diplomasi Senyap China di Balik Gencatan Senjata Iran Vs AS
Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Beijing bulan depan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran setelah ketegangan, meski sebelumnya mengancam keras.
- Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS memuji peran Pakistan sebagai mediator.
- Namun diplomasi senyap China disebut menjadi faktor kunci yang mendorong tercapainya kesepakatan tersebut.
- Di balik perannya sebagai penengah perdamaian, China juga berupaya melindungi kepentingannya sendiri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak membuktikan ancamannya terhadap Iran bahwa "seluruh peradaban akan mati" di Iran.
Dalam 10 jam yang menegangkan tiba-tiba Trump mengumumkan gencatan senjata dan Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara AS memuji peran Pakistan atas tercapainya gencatan senjata alias perdamaian sementara selama dua minggu ke depan.
Namun yang tak banyak diketahui publik intervensi menit terakhir diplomasi China yang berhasil menyegel kesepakatan tersebut.
Selama perang yang berlangsung 40 hari itu, China sebagai salah satu sekutu utama Iran, tetap menjadi 'pemain' yang diam tapi bergerak senyap.
China baru muncul awal bulan ini setelah Pakistan, yang terlihat menjadi mediator antara AS dan Iran, menghubungi Beijing untuk mendapatkan dukungannya.
Hal ini memberi China berkesempatan untuk berperan sebagai penengah.
Kini terungkap bahwa China adalah kekuatan pendorong utama di balik perjanjian gencatan senjata tersebut.
Peran China dalam Gencatan Senjata AS-Iran
Bahkan Trump tanpa ragu mengakuinya.
"Saya dengar ya," kata Trump kepada AFP ketika ditanya apakah China terlibat dalam upaya menekan Iran untuk bernegosiasi.
Awalnya, China bekerja sama dengan para perantara, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir, untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran.
"Namun ketika tenggat waktu yang ditetapkan Trump semakin dekat dan prospek perang besar-besaran semakin nyata, China terlibat langsung dengan Iran," demikian menurut dua pejabat China kepada AP.
Hal ini menunjukkan bahwa China memiliki pengaruh langsung terhadap Iran, bukan Pakistan.
Bukti Sikap di DK PBB
Faktanya beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata, China dan Rusia, sekutu Iran memblokir resolusi di Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima minyak dunia.
Cengkeraman Iran atas jalur penting tersebut menghentikan pasokan minyak mentah, yang menyebabkan lonjakan harga minyak global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-dan-xie-jinping-sepakat-bekerja-sama-perangi-virus-corona-64.jpg)