Iran Vs Amerika Memanas
Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal, Trump dan Netanyahu Jadi Biang Kerok
Gencatan senjata antara Iran dan AS terancam batal. Sikap dari Trump dan serangan Israel ke Lebanon jadi biang keroknya. Iran tak terima.
Setelah adanya kesepakatan gencatan senjata, PM Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa hal tersebut bukan lah akhir dari negaranya untuk menggempur Iran.
Dia menyatakan seluruh serangan ke fasilitas di Iran seperti lokasi pengembangan dan produksi rudal adalah sebuah 'pencapaian yang luar biasa'.
Netanyahu menganggap Iran 'lebih lemah dari sebelumnya'.
"Ini adalah pencapaian yang hingga baru-baru ini, tampak seperti khayalan: Iran lebih lemah dari sebelumnya, Israel lebih kuat dari sebelumnya," katanya dalam pidato pertamanya sejak gencatan senjata Iran-AS diberlakukan, dikutip dari The Guardian.
Netanyahu juga menegaskan pihaknya tetap siap tempur meski saat ini ada kesepakatan gencatan senjata.
"Kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan, dan kami akan mencapainya, baik melalui kesepakatan maupun dengan melanjutkan pertempuran karena kami siap kembali bertempur kapan pun diperlukan; jari kami sudah di pelatuk," bebernya.
Baca juga: Media Israel Sebut Sistem Politik Iran Tetap Stabil, Program Nuklir Terus Berjalan Walau Dibom
Dia mengungkapkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan 'bukanlah akhir dari kampanye' melawan Iran, melainkan hanyalah 'tahapan dari tujuannya'.
Netanyahu mengklaim tanpa perang ini, Iran 'sudah lama memiliki senjata nuklir dan ribuan rudal', dan perang ini 'telah menghilangkan ancaman eksistensial di atas kepala kami dan mengembalikan rezim tersebut ke belakang bertahun-tahun.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan serangan ke Lebanon dengan menyasar kelompok militer, Hizbullah.
Trump Tegaskan Lebanon Bukan Bagian Kesepakatan Gencatan Senjata
Dilansir CNN, Trump menyatakan bahwa serangan Israel ke Lebanon akan terus berlangsung.
Dia menegaskan bahwa serangan itu sebagai upaya untuk memusnahkan Hizbullah.
Dukungan Trump kepada Israel ini menjadi tanda bahwa Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.
"Ya itu (Lebanon) tidak termasuk dalam kesepakatan karena Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan. Itu (Hizbullah) juga akan diatasi, tidak apa-apa," katanya dalam wawancara, Kamis (9/4/2026).
Wakil Presiden AS, JD Vance juga menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah berjanji untuk mau memasukkan Lebanon sebagai salah satu poin kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
"Jika Iran mau negosiasi gagal karena Lebanon, itu pilihan mereka. Hal itu akan menjadi tindakan bodoh," katanya.