Iran Vs Amerika Memanas
Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal, Trump dan Netanyahu Jadi Biang Kerok
Gencatan senjata antara Iran dan AS terancam batal. Sikap dari Trump dan serangan Israel ke Lebanon jadi biang keroknya. Iran tak terima.
Di sisi lain, media Iran Fars, menyebut bahwa pemerintah Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz imbas dari serangan Israel ke Lebanon.
Baca juga: Paus Leo XIV Sambut Baik Gencatan Senjata antara AS dan Iran
Media tersebut mengungkapkan bahwa dua kapal tanker yang lewat pada Rabu waktu setempat menjadi kapal terakhir.
"Bertepatan dengan serangan Israel ke Lebanon, lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz telah dihentikan," lapor kantor berita tersebut.
Namun, kabar ini dibantah oleh Gedung Putih.
Juru bicara, Karoline Leavitt, mengatakan Trump sudah mengetahui laporan itu dan diklaim tidak benar.
Namun, jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, maka rezim memberikan pesan yang bertentangan.
"Sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan yang mereka sampaikan secara pribadi. Kami telah melihat peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz hari ini."
"Dan saya akan menegaskan kembali harapan dan tuntutan Presiden agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan cepat dan aman. Itu harapannya. Telah disampaikan kepadanya secara pribadi bahwa itulah yang sedang terjadi dan laporan-laporan publik tersebut adalah palsu," kata Leavitt dikutip dari ABC.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)