Iran Vs Amerika Memanas
Update Negosiasi Iran-AS, Kesepakatan Belum Diraih usai Diskusi 14 Jam
Pertemuan tatap muka antara delegasi AS dan Iran di Islamabad ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Revolusi Islam 1979
Delegasi Iran sendiri tiba pada hari Jumat (10/4/2026) dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para korban perang lainnya.
Pemerintah Iran menuturkan bahwa para delegasi juga membawa sepatu serta tas milik sejumlah siswa yang tewas dalam pengeboman AS terhadap sebuah sekolah di dekat kompleks militer.
Pentagon menyatakan serangan tersebut masih diselidiki, namun pihak Reuters melaporkan bahwa penyelidik militer meyakini AS kemungkinan besar bertanggung jawab.
"Ada perubahan suasana hati dari kedua belah pihak dan suhu naik turun selama pertemuan," ungkap sumber lain dari Pakistan merujuk pada putaran pertama perundingan.
Ketegangan di Selat Hormuz dan Tuntutan Kedua Pihak
Menjelang dimulainya pembicaraan, militer AS menyatakan pihaknya sedang "mengatur kondisi" untuk mulai membersihkan Selat Hormuz.
Washington juga menyebut bahwa dua kapal tempur mereka sudah melintasi jalur tersebut dalam misi pembersihan ranjau laut, sebuah klaim yang langsung dibantah keras oleh media resmi Iran.
Di sisi lain, menjelang dialog, seorang tokoh senior Iran sempat menyatakan bahwa pihak AS telah bersepakat untuk mencairkan aset milik Teheran yang ditahan di Qatar maupun lembaga perbankan asing lainnya.
Namun, pernyataan ini dengan cepat ditepis oleh perwakilan AS.
Di luar urusan pengembalian aset, otoritas dan televisi negara Iran menyampaikan deretan tuntutan lain.
Teheran mendesak diberikannya kendali mutlak sekaligus wewenang untuk menarik tarif transit di Selat Hormuz, pencairan ganti rugi perang, serta pemberlakuan gencatan senjata secara menyeluruh di tingkat regional, termasuk di Lebanon.
Baca juga: China Diduga Kirim Senjata ke Iran, Trump Klaim Tanker Minyak Menuju AS di Tengah Negosiasi
Sementara itu di pihak AS, target Presiden Trump dilaporkan telah bergeser.
Sebagai syarat minimum, AS menuntut kebebasan navigasi bagi pelayaran global melalui selat tersebut dan pelumpuhan total program pengayaan nuklir Iran untuk memastikan negara itu tidak dapat memproduksi bom atom.
Di tengah upaya diplomasi ini, sejumlah narasumber Reuters di lokasi menilai rasa ketidakpercayaan antara kedua belah pihak dilaporkan masih sangat tinggi.
(Tribunnews.com/Bobby)