Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Memanas! Rusia-Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah
Rusia vs Ukraina memenas! Militer Ukraina melaporkan 469 pelanggaran gencatan senjata oleh Rusia hingga Sabtu (11/4/2026) malam.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.509 pada Minggu (12/4/2026).
Terkini,Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar gencatan senjata Paskah Ortodoks pada Sabtu (11/4/2026).
Invasi Rusia ke Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran.
Ketegangan kedua negara telah meningkat sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan konflik di wilayah Donbas.
Ukraina mempererat hubungan dengan Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Moskow sebagai ancaman.
Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sekaligus memberi dukungan militer kepada Ukraina.
Hingga kini, konflik masih berlangsung karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.509, Minggu (12/4/2026):
Rusia-Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah
Baca juga: Putin Umumkan Gencatan Senjata di Ukraina saat Paskah Ortodoks
Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar gencatan senjata Paskah Ortodoks pada Sabtu (11/4/2026).
Gencatan senjata singkat itu baru berjalan beberapa jam sebelum kedua pihak melaporkan serangan.
Gubernur wilayah perbatasan Rusia menyebut drone Ukraina menyerang Kursk dan Belgorod.
Serangan tersebut dilaporkan melukai lima orang.
Di sisi lain, militer Ukraina menuduh Rusia melanggar gencatan senjata 32 jam.
Pelanggaran disebut terjadi melalui serangan darat, artileri, dan drone.
Ukraina Klaim 469 Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Rusia
Militer Ukraina melaporkan 469 pelanggaran gencatan senjata oleh Rusia hingga Sabtu (11/4/2026) malam.
Data tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di media sosial.
Rinciannya mencakup 22 serangan darat dan 153 serangan artileri.
Selain itu, tercatat 19 serangan drone dan 275 serangan drone FPV.
Ukraina juga menyebut Rusia melancarkan 57 serangan udara.
Sebanyak 182 bom berpemandu dijatuhkan ke berbagai wilayah.
Rusia juga diklaim mengerahkan 3.928 drone dan melakukan 2.454 serangan artileri.
Serangan disebut menyasar wilayah berpenduduk dan posisi pasukan Ukraina.
Rusia Tuduh Ukraina Serang SPBU di Kursk saat Gencatan Senjata
Gubernur Kursk, Alexander Khinshtein, menuduh Ukraina melanggar gencatan senjata.
Ia mengatakan sebuah SPBU di kota Lgov diserang drone.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.508, AS Pertimbangkan Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia
Serangan itu melukai tiga orang, termasuk seorang bayi.
Rusia-Ukraina Tukar 175 Tawanan Perang di Tengah Ketegangan
Di tengah eskalasi, Rusia dan Ukraina tetap melakukan pertukaran tawanan perang.
Kedua pihak masing-masing membebaskan 175 orang pada Sabtu (11/4/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 175 prajurit dan tujuh warga sipil telah dipulangkan.
Pejabat intelijen Andrii Yusov menyebut sebagian besar telah ditahan sejak 2022.
Ia menyebut pembebasan ini sebagai pencapaian signifikan.
Kementerian pertahanan Rusia menyatakan Uni Emirat Arab memediasi pertukaran tersebut.
Rusia juga memulangkan 175 prajurit serta tujuh warga sipil dari wilayah Kursk.
Putin Hadiri Misa Paskah, Soroti Dukungan untuk Militer Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri misa Paskah tengah malam di Moskow.
Ibadah berlangsung di Katedral Kristus Sang Juru Selamat.
Dalam pesannya, Putin menyebut Paskah sebagai simbol kemenangan cinta, kebaikan, dan keadilan.
Ia juga berterima kasih kepada Patriark Kirill atas dukungan terhadap militer Rusia.
Zelensky Dorong Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Rusia
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.507, Putin Umumkan Gencatan Senjata selama Paskah Ortodoks
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya tetap mematuhi gencatan senjata.
Dalam pidato malam, ia mendorong agar kesepakatan diperpanjang.
Zelensky menilai langkah itu penting untuk membuka peluang perdamaian.
Ia menegaskan keputusan Rusia akan menentukan arah konflik ke depan.
Pemilu Hungaria Berpotensi Pengaruhi Dukungan Uni Eropa ke Ukraina
Warga Hungaria memberikan suara dalam pemilu penting pada Minggu.
Pemilu ini berpotensi mengakhiri kekuasaan Viktor Orbán selama 16 tahun.
Bagi Ukraina, hasil pemilu dapat berdampak besar terhadap dukungan internasional.
Kekalahan Orbán berpeluang membuka pencairan dana Uni Eropa sebesar €90 miliar.
Perubahan politik juga dapat mengurangi pengaruh Rusia di dalam Uni Eropa.
Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.